Tawuran di Depok, Tim Jaguar Menahan Sekelompok Pemuda Diduga Gengster

Polisi juga menyita lima senjata tajam jenis celurit yang mereka gunakan untuk menyerang sekelompok pemuda di Jalan Kartini.

Tawuran di Depok, Tim Jaguar Menahan Sekelompok Pemuda Diduga Gengster
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sebanyak 11 pemuda yang menamakan kelompoknya PPK Official dan tengah tawuran di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok, diamankan Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok, Minggu (22/4/2018) dinihari. 

WARTA KOTA, DEPOK---Sebanyak 11 pemuda yang merupakan satu kelompok dan sedang tawuran dengan kelompok pemuda lainnya di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok, ditahan Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok, Minggu (22/4/2018) dinihari.

Polisi juga menyita lima senjata tajam jenis celurit yang mereka gunakan untuk menyerang sekelompok pemuda di Jalan Kartini.

Baca: Hendak Tawuran, Sebanyak 21 Pemuda Diamankan Tim Jaguar di Cimanggis Depok

Mereka yang ditahan merupakan kelompok pemuda asal Jalan Pitara, Pancoran Mas, yang menamakan kelompok mereka PPK Official.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Inspektur Satu Winam Agus mengatakan, 11 pemuda itu mengaku satu geng yang bermarkas atau biasa nongkrong di Jalan Pitara.

"Mereka menamakan kelompoknya PPK Official. Kelompok ini semacam geng atau kumpulan anak muda," kata Winam, Minggu (22/4/2018).

Menurut Winam, awalnya polisi menerima laporan telah terjadi tawuran di Jalan Kartini.

Baca: Polisi Ancam Tembak Pelaku Tawuran di Johar Baru

Winam mengatakan, 11 pemuda itu langsung ditahan ke Mapolresta Depok berikut celurit.

Menurut Winam, saat diamankan, empat dari 11 pemuda itu mengalami luka-luka akibat tawuran yang baru mereka lakukan.

"Keempat pemuda yang luka sempat kami bawa ke rumah sakit terdekat, dan hanya menderita luka ringan. Mereka tidak sampai dirawat di rumah sakit," kata Winam.

Baca: Tawuran Pelajar, 1 Siswa Terkapar Disabet Celurit di Depok

Sampai Minggu siang, kata Winam, 11 pemuda tersebut masih diperiksa di Mapolresta Depok.

"Jika tidak ada korban yang melapor, kemungkinan mereka dibina dan dipanggil orangtuanya. Kemudian diminta membuat surat pernyataan untuk tidak akan tawuran lagi, sebelum dipulangkan," kata Winam.

Winam mengatakan, polisi masih mendalami kelompok PPK Official untuk melihat kemungkinan apakah mereka pernah melakukan tindak pidana atau tidak.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved