Home »

News

» Jakarta

Tangkal Hoax, Mahasiswa ilmu Komunikasi Diskusi Bareng Dewan Pers

Dirinya pun menyinggung sikap mahasiswa ilmu komunikasi dalam menghalau berita bohong atau hoax.

Tangkal Hoax, Mahasiswa ilmu Komunikasi Diskusi Bareng Dewan Pers
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar (tengah) berfoto bersama mahasiswa usai Workshops Jurnalistik dan Silaturahmi dengan Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia Wilayah II (DKI Jakarta, Bandung, Banten) di gedung Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (19/4/2018). 

TIDAK  hanya memudahkan masyarakat untuk berbagi informasi, masifnya serbuan media sosial dalam beberapa tahun belakangan turut memicu fenomena hoax atau berita bohong.

Perilaku masyarakat pun berubah, informasi yang tersiar luas di media sosial tidak lagi dipilah hingga kerap kali berujung pada konflik antar masyarakat.

Permasalahan tersebut dipaparkan Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar dalam Workshops Jurnalistik dan Silaturahmi dengan Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia Wilayah II (DKI Jakarta, Bandung, Banten) di gedung Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (19/4/2018).

Dalam paparannya, Ahmad membahas tentang revolusi komunikasi sekaligus tantangan komunikasi di masa depannya.

Dirinya pun menyinggung sikap mahasiswa ilmu komunikasi dalam menghalau berita bohong atau hoax.

"Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, informasi yang didapat harus diverifikasi dan divalidasi terlebih dahulu. Informasi yang didapat jangan langsung disebarkan, baik ketika menulis karya jurnalistik. Karena itu lah yang membedakan antara karya jurnalistik dan opini di media sosial," ungkapnya kepada mahasiswa.

Pertemuan perwakilan mahasiswa ilmu komunikasi dengan pengurus dewan pers tersebut diakui Ketua IMIKI Wilayah II, Cecep Irwansyah sangat mencerahkan.

Lewat pertemuan tersebut dirinya berharap agar mahasiswa ilmu komunikasi mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

"Alhamdulillah, kegiatan positif ini bisa terlaksana dengan baik. Harapannya teman-teman mahasiswa komunikasi di Wilayah II bisa mengaplikasikan apa yang dipaparkan. Kemudian sebagai generasi penerus bangsa, bisa berkontribusi untuk Indonesia di masa yang akan datang," ungkap Cecep.

Salah satu peserta Emi La Palau, mahasiswi Universitas Wanita International Bandung berharap dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan solidaritas sekaligus meningkatkan kualitas mahasiswa komunikasi.

"Sebagai bahan pertimbangan dan pembelajaran untuk saya mahasiswa ilmu komunikasi, yang juga aktif di pers kampus. Untuk bagaimana memproduksi karya jurnalistik yang benar dan juga bagaimana memahami cara menghalau berita palsu," ungkapnya.

Acara yang dihadiri mahasiswa ilmu komunikasi dari berbagai kampus, antara lain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Padjadjaran Bandung,

Universitas Wanita International Bandung, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Wangsa Jaya Banten, Universitas Singa Perbangsa Karawang,

Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN SMH Banten, dan Universitas Pancasila itu diakhiri dengan berfoto bersama.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help