Home »

News

» Jakarta

Siswa SMK Barunawati Batal Studi Tur ke Yogyakarta karena Tertipu Agen Travel

Total, yang sudah dibayarkan Rp 134,9 juta. Kerugiannya jelas, yang rencananya berangkat ada 187 orang.

Siswa SMK Barunawati Batal Studi Tur ke Yogyakarta karena Tertipu Agen Travel
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Ratusan siswa SMK Barunawati di Jalan Ganggeng II, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara harus menelan pil pahit setelah niat untuk jalan-jalan ke Yogyakarta pada Kamis (20/4/2018) gagal menjadi kenyataan.

Usut punya usut, termyata PT Wisata Mandiri Travel yang beralamat di Jalan H. Madrais No 5, Jaka Mulya, Bekasi Selatan, gagal menunaikan kewajibannya. Alhasil bus yang ditunggu-tunggu pada saat hari H tidak kunjung tiba.

“Pada saat hari yang sudah ditetapkan kesepakatannya, ternyata dia mengingkari, tidak tepat waktu. Artinya tidak tepat apa yang sudah dikatakan. Misalnya tanggal 19 jam 5 sore berangkat ke Jogja, ternyata sampai jam 8 malam nggak datang juga,” kata Kepala Sekolah SMK Barunawati, Zainudin, Jumat (21/4/2018).

SMK Barunawati
SMK Barunawati (Warta Kota)

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata bus yang disewa baru dibayar Rp 7 juta dan sisanya belum dilunasi.

Padahal, sebanyak 160 siswa kelas XII SMK Barunawati telah lunas membayar Rp 1,2 juta per orang.

“Total, yang sudah dibayarkan Rp 134,9 juta. Kerugiannya yang jelas ya ini, yang sudah dibayarkan ke sana. Kalau yang rencananya berangkat ada 187 orang,” ungkapnya.

Menurut Zainudin, PT Wisata Mandiri Travel dengan Wiwik Agustina Susilowati sebagai Direktur Operasional beralasan bendaharanya dirampok. Namun anehnya, tidak ada laporan akan adanya peristiwa kejahatan tersebut.

“Pada waktu itu kami juga ngerti bahwa kalau dia dirampok harus ada surat laporan bahwa dia itu dirampok. Tapi dia bilang nggak ada, nah kami makin curiga kemudian itu kami panggil Polisi,” ungkapnya.

Zainudin pun meminta perjanjian yang dimulai sejak 11 Desember 2017 silam tersebut segera mendapat titik terang dan pihak travel bertanggung jawab dengan masalah yang menimpa anak muridnya.

“Tapi dari sekolah sendiri juga akan bertanggung jawab. Kami berusaha untuk tetap melaksanakan keinginan daripada siswa untuk pergi ke Jogja. Kami tetap akan mengusahakan untuk tetap terlaksana,” ucapnya.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menelusuri dugaan perampokan yang diceritakan. Selain itu juga pihaknya juga sudah memeriksa keterangan dari sejumlah saksi termasuk pihak yang menerima uang juga telah diamankan.

“Alasannya, katanya uangnya itu dibawa kabur sama temannya. Tapi itu baru keterangan dari pihak travel yang sedang kami olah pemeriksaan. Sementara yang ditahan belum ada. Nanti kalau memang mereka saksi-saksi cukup bukti, semuanya ya akan kita tingkatkan statusnya,” tuturnya.

Jika terbukti melakukan penipuan, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dimana ancaman hukumannya lebih dari lima tahun kurungan penjara.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help