Pekan Depan, Puluhan PKL dan Bangunan Liar di Cinere Depok Dibongkar Petugas

"Kamis kemarin sudah kita layangkan surat perintah bongkar ke PKL dan pemilik bangli di Pangkalan Jati, Cinere, tersebut," kata Yayan.

Pekan Depan, Puluhan PKL dan Bangunan Liar di Cinere Depok Dibongkar Petugas
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar dan bangunan liar (bangli) yang berada di Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, diultimatum Satpol PP Kota Depok. Mereka akan ditertibkan petugas, pekan depan. 

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok memastikan akan membongkar puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar dan bangunan liar (bangli) yang berada di Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, pada pekan depan.

Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto, kepada Warta Kota, Jumat (20/4/2018).

"Kamis kemarin sudah kita layangkan surat perintah bongkar ke PKL dan pemilik bangli di Pangkalan Jati, Cinere, tersebut," kata Yayan.

Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar dan bangunan liar (bangli) yang berada di Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, diultimatum Satpol PP Kota Depok. Mereka akan ditertibkan petugas, pekan depan.
Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar dan bangunan liar (bangli) yang berada di Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, diultimatum Satpol PP Kota Depok. Mereka akan ditertibkan petugas, pekan depan. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Sehingga mereka katanya memiliki waktu tiga hari waktu kerja, atau sampai Selasa (24/4/2018) pekan depan unntuk membongkar sendiri bangunannya.

"Jika tidak maka kami akan bongkar paksa," kata Yayan.

Menurut Yayan keberadan PKL dan bangli jelas-jelas melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Dimana lapak PKL dan bangunan berdiri di pedestrian jalan sampai ke ruang terbuka hijau atau taman kota, yang merupakan fasilitas publik dan terlarang untuk adanya bangunan apapun.

"Ini merupakan upaya kami untuk mengembalikan fungsi pedestrian jalan bagi pejalan kaki, serta mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau," kata Yayan.

Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar dan bangunan liar (bangli) yang berada di Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, diultimatum Satpol PP Kota Depok. Mereka akan ditertibkan petugas, pekan depan.
Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar dan bangunan liar (bangli) yang berada di Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, diultimatum Satpol PP Kota Depok. Mereka akan ditertibkan petugas, pekan depan. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Ia berharap sampai pekan depan, para PKL dan pemilik bangli sudah membongkar sendiri bangunan mereka dan mengamankan barang berharga mereka.

"Sebab sisa lapak PKL dan bangli yang ada akan kami bersihkan dan tertibkan," kata Yayan.

Menurut Yayan, akibat keberadaan PKL dan bangli di Jalan Jati Raya Timur tersebut, tak jarang membuat arus lalu lintas tersendat.

Sebab semuanya dipakai sebagai tempat usaha, sehingga banyak pengendara yang memarkir kendaraannya di sisi jalan.

"Belum lagi keberadaannya membuat kumuh dan kotor lingkungan karena sampah bekas mereka berjualan," kata Yayan.

Karenanya mereka dianggap melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum dan akan ditertibkan pihaknya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help