Home »

News

» Jakarta

Harga Sejumlah Komoditas Sayur Mayur Diprediksi Tidak Naik Jelang Ramadan

Kenaikan harga dan permintaan yang meningkat akan ditekan dengan adanya panen raya tersebut.

Harga Sejumlah Komoditas Sayur Mayur Diprediksi Tidak Naik Jelang Ramadan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kebutuhan bahan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan, tapi situasi itu ditekan dengan musim panen raya. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI -- Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Nurman Hadi memprediksi bahwa kebutuhan sejumlah komoditas sayur mayur, menjelang Ramadan, tidak akan ada kenaikan.

Hal itu menginggat pada bulan Mei dan Juni akan terjadi panen raya di sejumlah daerah, sehingga hal itu tentunya akan mempengaruh dampak harga dan juga pasokan yang ada.

Sehingga, kenaikan harga dan permintaan yang meningkat akan ditekan dengan adanya panen raya tersebut.

"Kita prediksi bulan Ramadhan dan Idul Fitru harga akan stabil dan rendah. Karena apa, disejumlah daerah panen raya. Tentunya hal itu akan mempengaruhi semua jenis cabai," kata Hadi saat ditemui Wartakotalive.com, Jumat (20/4/2018).

Berkaca pada tahun lalu, justru harga kebutuhan sejumlah komoditi sayur mayur seperti cabai merah kriting, cabai rawit merah, cabai merah (TW), dan cabai rawit hijau mengalami tren positif penurunan harga.

Cabai rawit merah dan cabai rawit hijau dikatakan Hadi memiliki pengaruh dampak ekonomi karena kedua jenis sayuran tersebut merupakan kebutuhan yang sering kali dicari.

Pada Maret 2017 harga cabai rawit merah sempat mengalami kenaikan harga yang signifikan yakni berkisar Rp 120 ribu perkilogramnya, walaupun terus mengalami penurunan hingga di bulan April berkisar Rp 54 ribu perkilogramnya.

Saat ini justru tren kenaikan tersebut tidak dirasakan lagi dibandingkan pada tahun lalu, pada Maret 2018 harga berkisar Rp 42 ribu perkilogramnya, hingga mengalami penurunan pada akhir minggu ini berkisar Rp. 20 ribu perkilogramnya.

Seperti cabai rawit merah, hal serupa juga dialami pada harga cabai rawit hijau, dimana pada Maret 2017 berkisar Rp. 35 ribu perkilogramnya, namun menurut hingga April 2017 berkisar Rp. 24 ribu.

Sementara pada saat ini Maret 2018 harga cenderung stabil walaupun memang ada kenaikan namun tidak signifikan. Dimana pada awal Maret 2018 harga berkisar Rp. 15 ribu, hingga April ini berkisar Rp 14 ribu perkilogramnya.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help