Aktivis Rumah Gerakan 98 Ingatkan Amien Rais Tak Ugal-ugalan

Amien Rais diingatkan agar tidak ugal-ugalan dalam berkomentar, dan jangan bawa-bawa Agama ke dalam politik praktis.

Aktivis Rumah Gerakan 98 Ingatkan Amien Rais Tak Ugal-ugalan
Kompas.com
Amien Rais 

KETUA Rumah Gerakan 98, Bernard Haloho, mengingatkan Amien Rais agar tidak serampangan dalam menyeret argumentasi agama hanya demi bertarung dalam politik praktis.

Apalagi, kata Bernard, Amien merupakan mantan Ketua MPR dan tokoh bangsa ini.

Bernard mengatakan itu usai Amien Rais berujar tentang diksi partai Allah dan partai Syetan.

Amien mengatakan itu usai menggelar Sholat Subuh berjamaah dengan Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS) di mimbar masjid di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Jangan dong gara-gara ingin bertarung untuk kepentingan politik, terus menarik-narik suatu hal itu dengan argumentasi agama yang ugal-ugalan,” kata Bernard

Terkait dengan diski agama yang sering digaungkan hanya demi menarik suara politik masyarakat, Bernard menilai seharusnya seorang seperti Amien Rais memberikan pernyataan-pernyataan yang mendamaikan, bukan justru membuat situasi yang lebih gaduh lagi.

“Terkait pernyataan Amien Rais soal partai Syetan, saya kok jadi teringat dan rindu dengan sosok Gus Dur. Yang kita butuhkan di tengah situasi seperti ini yang kita butuhkan adalah sosok yang pemikirannya itu sangat inklusif,” kata Bernard.

Sementara dengan munculnya gerakan sekelompok yang merupakan barisan oposisi dengan pemerintah, yakni tagar #2019GantiPresiden, Bernard pun menilai hal itu merupakan hak demokrasi masyarakat dan wajar.

Baginya, desain kaos dan percetakan yang menuliskan tagar tersebut tak lebih dari bentuk ekspresi masyarakat untuk menuangkan kreatifitasnya masing-masing.

“#2019 Ganti Presiden adalah hal yang biasa saja, karena itu bentuk ekspresi yang dilakukan oleh masyarakat. Kalaupun mau direspon, ya responnya dengan kreatifitas,” kata Bernard.

Bahkan Bernard menilai sejauh ini masyarakat yang masih berharap Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya selama 2 periode pun masih banyak.

Ia menilai tagar #2019GantiPresiden sama sekali bukan ancaman politik, melainkan sebuah ekspresi yang disampaikan oleh orang-orang yang mungkin ingin berkuasa dalam kancah perpolitikan periode setelah ini.

“Dari saya itu biasa, saya melihat juga respon dari masyarakat yang menginginkan pak Jokowi terpilih di periode kedua juga banyak. Dan ini bukan ancaman, karena kita yakin dan percaya kinerja pak Jokowi dirasakan oleh masyarakat,” ucap Bernard.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help