VIDEO: Berdiri di Atas Trotoar, Bangunan di Duren Sawit Dibongkar Satpol PP

sudah melayangkan surat peringatan dan surat segel bahkan surat perintah bongkar (spb), namun tidak diindahkan oleh pemilik

Sebuah bangunan di Jalan Pendidikan 1, RT 08/01, Duren Sawit, Jakarta Timur ditertipkan puluhan personil Satpol PP Jakarta Timur.

Bangunan tersebut ditertipkan lantaran menyalahi aturan, yakni berdiri diatas trotoar. Bangunan yang masih dalam proses pembangunan tersebut langsung dieksekusi oleh petugas.

Dengan mengunakan perlaratan lengkao seperti palu, tembok-tembok yang terbuat dari batako tersebut langsung di robohkan, tak hanya itu beberapa pondasi bangunan pun langsung di copot oleh petugas.

Tak ada protes yang dilakukan oleh pemilik rumah, namun ketika pembongkaran dilakukan justru pemilik rumah meninggalkan lokasi.

Kasatpol PP Administrasi Kota Jakarta Timur, Hartono mengatakan bahwa penertipan yang dilakukan atas tindak lanjut dari rekomendasi bongkar paksa dari Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Timur nomor 252/1.758 yang dikeluarkan pada tanggal 29 Maret 2018.

"Kami melakukan pembongkaran karena bangunan tersebut tanpa adanya izin mendirikan bangunan (imb) selain itu bangunan tersebut berdiri diatas lahan rencana jalan (jalur hijau), sehingga kami lakukan pembongkaran," kata Hartono saat ditemui Wartakotalive.com, Kamis (19/4/2018).

Dikatakan Hartono sebelum bangunan tersebut ditertipkan pihakn Sudin Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Timur sudah melayangkan surat peringatan.

Surat peringatan pertama dikeluarkan pada 7 Maret 2018, namun hal itu belum juga membuat pemilik rumah menghentikan proses pembangunan yang akan berlangsung.

Hingga akhirnya pada tanggal 12 Maret 2018, pihaknya kembali melayangkan surat segel. Tapi hal itu tetap tindak indahkan oleh pemilik bangunan hingga bangunan.

"Pihak Sudin Citata sudah melayangkan surat peringatan dan surat segel bahkan surat perintah bongkar (spb), namun tidak diindahkan oleh pemilik, hingga akhirnya pada hari ini kita lakukan pembongkaran," katanya.

Menurutnya bangunan atas nama Sutarman tersebut direncanakan akan dibuat sebuah kost-kostan, namun sayangnya bangunan tersebut memakan jalur hijau. Sehingga seluruh bagunanan yang berdiri di jalur hijau tersebut akan dibongkar seluruhnya.

Hartono menyebut jika pemilik tersebut tetap melanjutkan proses pembangunbya tentunya ada proses-proses sanksi yang akan dikenakan. Yaitu proses surat peringatan, segel hingga dilakukan pembongkaran kembali.

Ia berharap kepada masyarakat agar mendirikan banguan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena hal itu tentunya akan berdampak pada kenyamanan warga sekitar. 

"Kami berharap masyarakat dapat mentaatin peraturan yang ada dalam upaya mendirikan sebuag banguan, jangan sampai kenyamanan warga sekitar terganggu," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help