Survei Indo Barometer Sebut Ridwan Kamil Unggul di Jabar

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Mochamad Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) masih unggul dibandingkan tiga pasangan lainnya.

Survei Indo Barometer Sebut Ridwan Kamil Unggul di Jabar
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) bersama Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat deklarasi dukungan untuk Ridwan Kamil dalam Pilgub Jawa Barat 2018 di DPP PSI, Jalan Wahid Hasim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (2/3). 

HASIL survei Pilkada Jawa Barat yang dilakukan Indo Barometer memperlihatkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Mochamad Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) masih unggul dibandingkan tiga pasangan lainnya.

"Berdasarkan pertanyaan terbuka terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, awareness pemilih terhadap pasangan Mochamad Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum mendapatkan suara 17.7 persen, pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi memperoleh 13.4 persen, pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu mendapatkan hasil 3.3 persen, dan pasangan Hasanuddin - Anton Charliyan mendapatkan hasil 0.5 persen. Pasangan lainnya mendaparkan 14.1 persen. Tidak tahu/tidak jawab ada 51 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Kamis.

Survei Pilkada Jawa Barat ini dilaksanakan Indo Barometer pada 20 - 26 Maret 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar 2.83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka.

Sementara dari simulasi dengan mengunakan surat suara, tingkat keterpilihan pasangan Mochamad Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum juga masih tertinggi dengan meraih hasil 36.7 persen. Selisih 5.4 persen dengan pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi yang memperoleh dukungan 31.3 persen.

Kemudian disusul pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu yang memperoleh hasil 5.4 persen, dan pasangan Hasanuddin - Anton Charliyan 3.4 persen. Sedangkan pemilih yang tidak menandai apapun di surat suara ada 23.3 persen.

Dari survei tersebut juga diperoleh alasan utama publik memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur adalah dekat dengan rakyat sebanyak 15.6 persen, kinerjanya bagus (mampu bekerja) memperoleh 15.3 persen, berpengalaman 14.3 persen, ingin perubahan lebih baik 6.4 persen dan pasangan cocok 5.9 persen.

Dari hasil survei ini, tambah Qodari setidaknya ada tiga Skenario Pilgub Jawa Barat.

"Skenario pertama; pasangan RINDU akan menang, jika RINDU mampu mempertahankan keunggulan suara," kata Qodari.

Sementara skenario kedua pasangan 2DM akan menang, jika 2DM mampu mengejar ketertinggalan suara.

"Dan skenario kejutanyakni pasangan underdog yang Menang, pasangan Asyik dan Hasanah," kata Qodari.

Oleh karena itu, tambah Qodari, berdasarkan temuan di atas, dinamika politik masih sangat kompetitif.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help