Lagi, Pemasang Spanduk Liar di Depok Terkena OTT

OTT terhadap seorang pemasang spanduk liar di Pondok Petir, Bojongsari, Depok dilakukan pihaknya, Selasa (17/4/2018).

Lagi, Pemasang Spanduk Liar di Depok Terkena OTT
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pemasang spanduk liar yang ditangkap tangan di Pondok Petir, Bojongsari, Depok. 

SETELAH menangkap tangan seorang pelaku pemasang spanduk liar pada 7 April lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali menangkap seorang pemasang spanduk liar di Bojongsari, Depok.

Kepala Satpol PP Depok Yayan Arianto menuturkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pemasang spanduk liar di Pondok Petir, Bojongsari, Depok dilakukan pihaknya, Selasa (17/4/2018).

"Kami sita identitasnya dan kami amankan semua spanduk liar yang hendak dipasang pelaku. Nantinya pelaku kami ajukan ke sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Depok, karena melanggar Perda," kata Yayan kepada Warta Kota, Kamis (19/4/2018).

Yayan menyebutkan dengan sudah ditetapkanya operasi tangkap tangan pemasang spanduk liar di Depok, sejak April 2018 ini, sudah dua pelaku pemasang spanduk liar yang berhasil di OTT pihaknya.

"Sampai saat ini, sejak ditetapkan OTT pemasang spanduk liar, sudah dua orang pelaku kami OTT," kata Yayan.

Sebelumnya kata Yayan pada Sabtu 7 April dinihari lalu, pihaknya menangkap tangan atau OTT satu orang pria pemasang spanduk liar di jalan utama Kota Depok.

"Dari identitasnya yang bersangkutan adalah warga Pondok Gede, Jakarta Timur. Sementara yang kami OTT di Pondok Petir, Bojongsari adalah warga sekitar," katanya.

Pelaku yang ditangkap 7 April, kata Yayan memasang spanduk liar di beberapa jalan diantaranya di Jalan Raya Bogor, Depok.

"Kartu identitas atau KTPnya yang kemudian kami sita. Lalu kami ajukan ke Pengadilan Negeri Depok, karena tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran Perda Depok," kata Yayan.

Ia menjelaskan dasar OTT pemasang spanduk liar adalah karena mereka dianggap melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum yang biasa dikenal dengan Perda Tibum.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help