Penutupan Tempat Hiburan

Ketua RT Merasa Warganya Tak Pernah Terganggu Aktivitas di Diskotek Exotic

Saat ditanya awak media, Gozi mengaku tidak mengetahui kegiatan yang ada, warganya pun tidak terganggu dengan adanya diskotek tersebut

Ketua RT Merasa Warganya Tak Pernah Terganggu Aktivitas di Diskotek Exotic
Warta Kota/Adhy Kelana
WARGA melongok ke dalam melalui kaca di depan gedung diskotek Exotic di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (18/4). 

WARTAKOTA, SAWAH BESAR - Ahmad Gozi, Ketua RT 13 RW 10 Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kacamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat menjadi saksi saat pembacaan penutupan Diskotek Exotic oleh Satpol PP Provinsi DKI Jakarta.

Gozi pun menandatangani surat perintah penutupan tersebut.

Saat ditanya awak media, Gozi mengaku tidak mengetahui kegiatan yang ada, warganya pun tidak terganggu dengan adanya diskotek tersebut.

"Selama ini warga tidak pernah terganggu ya, karena belum ada keributan atau bikin resah warga,"ucapnya kepada wartawan, di lokasi Diskotek Exotic, Kamis (19/4/2018).

Baca: BREAKING NEWS: Tempel Stiker dan Bentangkan Spanduk, Satpol PP DKI Tutup Diskotek Exotic

Ia juga menjelaskan ada atau tidaknya diskotek Exotic tidak berpengaruh apa-apa bagi lingkungan.

"Tidak ada pengaruh apa-apa, lahan parkir aja bukan dari warga kami yang garap itu wilayah lain. Warga kami juga tidak ada yang bekerja diskotek itu,"ujarnya.

Baca: Persija Pakai Strategi Ini Saat Melawan PSIS Semarang, Striker Plontos Bikin Gentar Teco

Terkait aktivitas maupun peredaran narkoba didalam diskotek itu, Gozi mengaku tidak mengetahuinya.

"Kita pengurus hanya urus warga, pada dasarnya di sini warga aman-aman saja. Untuk masalah itu saya tidak tahu, saya aja belum pernah tau dalamnya seperti apa,"paparnya.

Baca: Ini Alasan Sandiaga Uno Pakai Seragam Satpol PP Saat Lepas Pasukan Tutup Diskotek Exotic

Sebelumnya, Pemprov DKI resmi mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata milik diskotek Exotic dan tempat karaoke Sense pada Kamis (12/4/2018) lalu.

Pihak tempat hiburan pun diberikan waktu lima hari untuk mengosongkan tempat usaha mereka.

Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) menerangkan penutupan kedua tempat hiburan tersebut karena terbukti melakukan peredaran narkoba di dalamnya.

Beberapa hari lalu terdapat seseorang yang meninggal dunia akibat over dosis selepas dari diskotek Exotic, adapun tempt karaoke Sense digrebek oleh Badan Narkotika Nasional dan ditemukan narkoba berjenis sabu dan pil ektasi. (m18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved