Jorge Lorenzo Kembali Mengeluhkan Desmosedici GP18

Lorenzo mempersoalkan perubahan struktur bangun fairing alias bodi tambahan di motor Desmosedici GP18 versi terbarunya.

Jorge Lorenzo Kembali Mengeluhkan Desmosedici GP18
crash.net
Jorge Lorenzo 

WARTA KOTA.COM - Celoteh keluhan kembali terlontar dari mulut pebalap Ducati, Jorge Lorenzo.

Dia merasa masih belum tuntas dengan urusan penguasaan motor sejak seri balap perdana musim 2018 dimulai.

Pebalap yang punya julukan X-Fuera ini, mempersoalkan perubahan struktur bangun fairing alias bodi tambahan di motor Desmosedici GP18 versi terbarunya.

Menurutnya, bentuk dan model fairing tersebut mempersulit menuvernya saat melahap tikungan.

Seperti dilansir Motorsport dan GPOne, Lorenzo mulai memikirkan lagi untuk kembali menggunakan fairing dengan teknologi aerodinamika yang pernah digunakannya saat melakoni balapan di Republik Ceska musim lalu.

Namun, kondisi perubahan yang menjadi keinginan Lorenzo tentunya tidak akan mudah dikerjakan, apalagi dalam waktu yang singkat.

Baca: Olivier Giroud Berharap Bisa Kembali Perkuat Chelsea

Minimal, perubahan yang perlu dilakukan harus menunggu jelang akhir paruh musim ini.

Menurut Lorenzo, fairing dengan teknologi aerodinamika yang baik dapat memberikan dukungan maksimal saat motor melahap lintasan lurus dan kemudian masuk dengan tajam di ujung keluar dan masuk tikungan.

"Kami membuat banyak pekerjaan untuk urusan aerodinamika motor sejak paruh musim lalu. Pertama kalinya adalah bagaimana mengubah bentukan winglet menjadi bentuk rancang bangun fairing yang menempel di bodi. Tapi, rupayanya upaya kerja keras tersebut menjadi kurang nyaman saat digunakan pada musim ini. Saya sudah mulai merasakan kurang nyaman saat melakukan tes di Buriram, Thailand, kemarin," ungkap pebalap bernomor start 99 ini.

Lorenzo tidak menampik bahwa Ducati telah membangun beberapa pilihan fairnig dengan perhitungan aerodinamika yang semirip mungkin dengan karakter sirkuit di seri balapan musim 2018.

Namun, peraih tiga gelar kasta utama MotoGP ini masih merasakan ketidaknyamanan.

Gaya mengemudi Lorenzo yang terkenal lembut dibanding pebalap lainnya, beberapa kali kerap kurang cocok ketika tenaga Desmosedici GP18 yang besar harus berlaku lembut di tikungan.

Tekanan yang muncul dari benturan angin dan motor dirasakan oleh Lorenzo kurang tertangani dengan baik lewat fairing yang ada.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Kamis (19/4/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help