Home »

Bogor

Kemelut di PWI

PWI se-Jabar Nyatakan Mosi Tak Percaya Terhadap Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo

sebuah upaya meninggalkan sejarah pers dan menutup mata bahkan berupaya menghapus sejarah perjuangan pers

PWI se-Jabar Nyatakan Mosi Tak Percaya Terhadap Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo
Warta Kota
Logo PWI

WARTA KOTA, BOGOR - Sikap Dewan Pers  yang mengakomodasi  hasrat  beberapa gelintir pihak untuk membahas  perubahan tanggal peringatan Hari Pers Nasional (HPN) melalui sebuah rapat di Jakarta 18 April 2018 adalah sebuah upaya meninggalkan sejarah pers  dan menutup mata bahkan berupaya menghapus sejarah perjuangan pers yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.  

Entah dengan niatan apa, beberapa pihak  begitu menggebu ingin mengubah tanggal peringatan Hari Pers  Nasional 9 Februari  yang  ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 5 tahun 1985 tanggal 23 Januari 1985.

Hari Pers Nasional disandarkan pada lahirnya organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia yakni  Persatuan Wartawan Indonesia yang lahir 9 Februari 1946.

"Kepres tersebut sudah ada jauh sebelum lahirnya Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999," kata Ketua PWI Jawa Barat Mirza di Hotel Homan, Bandung, Mirza, Rabu (18/4/2018) di Hotel Homan, Bandung.

Ketua PWI Jabar Mirza Zulhadi berharap ada  perwakilan PWI Pusat yang menghadiri undangan Dewan Pers untuk tetap konsisten menunjukkan argumentasi kematangan berorganisasi layaknya sebagai organisasi berpengalaman dan mengukir sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Seperti diketahui AJI dan IJTI mengusulkan krpada Dewan Pers, agar mengubah HPN tersebut menjadi tanggal 23 September.

Menanggapi hasrat  menggebu tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Barat menyatakan sikap :

1 MENOLAK KERAS hasrat untuk mengubah  tanggal peringatan HPN, yang selalu diperingati setiap tanggal 9 Februari, dengan alasan apapun apalagi hanya untuk memenuhi hasrat eksistensi  diri pihak tertentu.

2. MENDESAK  Dewan Pers untuk tidak berusaha mengutak-atik tanggal peringatan Hari Pers Nasional  9 Februari, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 5 tahun 1985 tanggal 23 Januari 1985,

3. MENDUKUNG Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menolak  tegas segala upaya pihak tertentu  untuk mengubah tanggal peringatan Hari Pers Nasional karena  hanya akan membuat kegaduhan dan menghabiskan energi tak berguna dan berpotensi membahayakan persatuan dan kesatuan pers nasional.

4. MENDESAK  Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengajukan MOSI TIDAK PERCAYA atas kepimpinan Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo.

5. MENDESAK  Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memperjuangkan revisi statuta Dewan Pers, dan menetapkan pola rekruitmen anggota Dewan Pers dengan sistem proporsional sesuai dengan jumlah anggota organisasi pers.

6. MENDESAK  Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memperhatikan aspirasi yang berkembang di seluruh PWI Provinsi di Indonesia.

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help