Meski Bikin Jalanan Bersih, Tahun Ini Road Sweeper Tak Masuk APBD DKI

Walau begitu, armada road sweeper yang kini berjumlah 40 unit itu masih dapat mengakomodir seluruh jalan protokol di Jakarta.

Meski Bikin Jalanan Bersih, Tahun Ini Road Sweeper Tak Masuk APBD DKI
ISTIMEWA
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji meninjau road sweeper baru di Kantor Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur. 

MOBIL penyapu jalan (road sweeper) yang dioperasikan untuk membersihkan sejumlah jalan protokol ibu kota, rupanya tidak dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018.

Padahal, keberadaannya dinilai baik untuk menghilangkan debu dan kotoran, khususnya jalan protokol ibu kota.

Alasan tidak dianggarkannya road sweeper tersebut, menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Harry Nugraha, karena belum mendapatkan persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Sehingga, pengadaan road sweeper tahun ini ditiadakan.

Baca: Saat Warga Jakarta Terlelap, Road Sweeper Bersihkan Jalan Protokol Ibu Kota Setiap Malam

"Tahun ini tidak dialokasikan untuk kegiatan road sweeper, kemungkinan jika disetujui pimpinan akan kita ajukan (APBD Perubahan)," ungkapnya, ditemui di Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (18/4/2018).

Walau begitu, armada road sweeper yang kini berjumlah 40 unit itu masih dapat mengakomodir seluruh jalan protokol di Jakarta, antara lain Jalan Sudirman-Thamrin, Lingkar Monumen Nasional (Monas), Jalan Gunung Sahari Raya hingga Jalan Kramat Raya, Jalan Daan Mogot, dan sejumlah jalan lainnya. Terlebih, sebanyak 31 unit road sweeper hasil pengadaan tahun lalu masih dalam kondisi terbaik saat ini.

"Untuk tahun lalu pengadaan sweeper besar 25 unit, dan yang kecil enam unit. Semuanya melayani jalan protokol, flyover, underpass, dan jalur busway seluruh wilayah," jelasnya.

Baca: Sebelum Jalani Sidang Tuntutan, Setya Novanto Sarapan Roti Keju dan Kopi Susu Buatan Istrinya

Efektifnya pengoperasian road sweeper dibuktikannya lewat bebasnya sampah, kerikil, hingga debu di sejumlah jalan, terlebih banyaknya paku dan kawat yang ikut terjaring. Namun dirinya mengaku belum dapat memaparkan jumlah temuan paku secara keseluruhan, lantaran operasional road sweeper difokuskan pada pembersihan jalan.

Seluruh armada road sweeper yang dioperasikan selama enam jam penuh, yakni sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB itu, bertanggung jawab membersihkan jalan dengan area lebih dari 20 kilometer setiap harinya. Sehingga, Harry memastikan paku hingga debu yang terjebak di sisi jalan tidak akan tertinggal.

"Untuk data paku kebetulan kita tidak fokus untuk mendata hal tersebut, karena fokus layanan sweeper adalah pada pembersihan jalan protokol saja. Tapi temuan bisa lebih dari satu kilogram per unitnya," terangnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help