Wali Kota Depok Intervensi Pengadilan Terkait Eksekusi Pasar Kemiri Muka

Wali Kota Depok, Mohammad Idris dinilai mengintervensi Pengadilan Negeri Depok (PN Depok).

Wali Kota Depok Intervensi Pengadilan Terkait Eksekusi Pasar Kemiri Muka
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pemberian remisi HuT RI secara simbolik oleh Walikota Depok M Idris ke napi di Rutan Cilodong, Depok, Kamis (17/8/2017). Wali Kota Depok kini dianggap mengintervensi Pengadilan Negeri Kota Depok terkait penggusuran Pasar Kemiri Muka. 

Wali Kota Depok, Mohammad Idris dinilai mengintervensi Pengadilan Negeri Depok (PN Depok).

Intervensi dinilai dilakukan terkait imbauan dan masukan Idris agar PN Depok menunda proses eksekusi lahan Pasar Kemiri Muka pada 19 April mendatang. 

Pakar Hukum Muhammad Razali menilai yang dilakukan Wali Kota Depok merupakan bentuk intervensi hukum yang dilakukan eksekutif terhadap yudikatif.

Hal ini kata dia menjadi preseden buruk dalam bernegara selain bahwa Wali Kota telah memberikan contoh buruk bagi masyarakat Depok.

"Sebab PN Depok adalah lembaga hukum independen yang harus dihormati. Apapun keputusan yang ditetapkan harus dihormati dan tidak boleh diintervensi. Apalagi oleh eksekutif," katanya, Selasa (17/4/2018).

Razali menuturkan ditunda atau tidaknya eksekusi adalah murni kewenangan PN Depok, dengan mempertimbangkan segala aspek, tanpa harus melihat imbauan masukan Wali Kota yang dianggapnya intervensi hukum.

"Jika penundaan eksekusi karena pertimbangan adanya gugatan perlawanan atau Derden Verzet dari pedagang, ini sangat mungkin," katanya.

Sebab kata dia, dalam provisi penggugat Derden Verzet, pedagang meminta eksekusi ditunda atau dibatalkan, dalam putusan sela perkara tersebut.

"Putusan sela itu kemudian dapat dijadikan dasar untuk menunda atau membatalkan eksekusi. Kalau tidak, yang proses eksekusi jalan terus," kata Razali.

Sebelumnya Ketua PN Depok Sobandi mengakui bahwa Wali Kota Depok M Idris sempat datang dan menyambanginya terkait rencana eksekusi lahan Pasar Kemiri Muka, 19 April mendatang.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help