WartaKota/

Tingkat dan Minat Investasi Indonesia Memrihatinkan karena Sangat Rendah

Pemerintah tidak perlu menambah utang seperti sekarang ini apabila kesadaran investasi masyarakat tinggi.

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dinilai masih cukup rendah. Bahkan, dalam urusan ini, Indonesia kalah jauh dengan negara tetangga.

Ivan Jaya selaku Head Wealth Management & Retail Digital Business Commonwealth Bank mengatakan, saat ini, jumlah masyarakat yang berinvestasi hanya 0,4 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Sementara, itu sejumlah negara tetangga sudah lebih melek investasi seperti Malaysia yang mencapai 57 persen dari jumlah penduduk, Thailand sebesar enam persen, China sebesar sembilan persen atau India sebesar empat persen.

"Artinya hanya sekian juta lebih masyarakat yang sudah melakukan investasi. Ini patut menjadi perhatian. Perlu ada sebuah gerakan melek investasi untuk membuat Indonesia lebih baik," kata Ivan Jaya selaku Head Wealth Management & Retail Digital Business Commonwealth Bank saat menyampaikan materi dalam kegiatan Lazada Indonesia's Journalis Class Batch dengan tema Ekosistem Industri Digital di FX Sudirman, Selasa (17/4/2018).

Ia menegaskan, investasi masyarakat akan mendorong kemajuan suatu negara.

Bahkan, ia memastikan, pemerintah tidak perlu menambah utang seperti sekarang ini apabila kesadaran investasi masyarakat tinggi.

Ia mengungkapkan, sejumlah faktor masih rendahnya investasi masyarakat.

Di antaranya minimnya edukasi yang diberikan dan maraknya pemberitaan mengenai investasi bodong atau penipuan dengan modus investasi.

"Yang lebih banyak dilihat masyarakat adalah pemberitaan sisi buruk investasi, terutama soal investasi bodong. Padahal banyak investasi yang menjanjikan," katanya.

Ivan menyebut, banyak pilihan investasi yang bisa dilakukan. Masing-masing mempunyai perhitungan mengenai keuntungan yang akan didapat, yang tentunya lebih menggiurkan ketimbang menabung di bank.

Misalnya investasi saham yang mampu menghasilkan keuntungan 195,2 persen dalam kurun waktu 10 tahun.

Dalam kurun waktu sama, investasi reksa dana mampu membuat uang bertambah hingga 203 persen, investasi emas sebesar 89,4 persen, oblogasi rupiah sebesar 117 persen, deposito sebesar 74,4 persen atau investasi property yang bisa tumbuh 54,2 persen dalam 10 tahun.

"Masyarakat masih banyak yang memilih simpan uang di bank. Padahal, dalam kurun waktu yang sama, yakni 10 tahun, misalkan uang Rp10 juta, dalam 20 bulan hanya bertambah sebesar 7,1 persen.

Melihat fakta terasebut, Ivan mengajak semua pihak untuk mendorong masyarakat berinvestasi dengan memberikan edukasi yang terarah supaya tidak ada keraguan.

"Sosialisasi bisa dimulai dari lingkup keluarga termasuk kaum milenial yang pada dasarnya melek digital. Media massa juga punya peranan penting dalam mendorong gerakan melek investasi ini," ungkapnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help