Home »

News

» Jakarta

Perintah Sandiaga Uno Dicuekin Anak Buahnya di Lelang Mebel Rp 87 Milliar

Perintah Sandiaga Uno Dicuekin Anak Buahnya di Lelang Mebel Rp 87 Milliar. Hal itu terlihat dengan munculnya sebuah surat.

Perintah Sandiaga Uno Dicuekin Anak Buahnya di Lelang Mebel Rp 87 Milliar
TRIBUNNEWS/YANUAR NURCHOLIS MAJID
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018). Perintah Sandiaga Uno ternyata dicuekin anak buah di lelang mebel sekolah senilai Rp 87 milliar. 

Perintah Sandiaga Uno dicueki  anak buahnya dalam kisruh lelang mebel sekolah senilai Rp 87 milliar. 

Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov DKI (BPPBJ DKI) yang dinilai tak menuruti perintah Wakil Gubernur DKI (Wagub), Sandiaga Uno (Sandi). 

BPPBJ DKI bertindak diluar hasil rapat yang sempat disepakati pada Jumat (13/4/2018) lalu. 

BPPBJ DKI mendadak memaksa Dinas Pendidikan DKI (Disdik) segera mengusulkan proses lelang ulang mebel (meja dan kursi) sekolah senilai Rp 87 milliar pada Senin (16/4/2018).

Sumber Warta Kota di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), perintah Sandiaga Uno di rapat Jumat (13/4/2018) bukan segera memproses lelang ulang.

Tapi perintah Sandiaga Uno adalah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan DKI (Kadisdik DKI), Sopan Adrianto, untuk mengambil keputusan sesuai peraturan.

Wakil Kepala Disdik DKI, Bowo Irianto, dan Sekretaris Disdik DKI, Susi Nurhati, juga tak membantah perintah dari Sandiaga Uno itu. 

Bahkan Bowo menyebut pihaknya memang kembali mengadakan rapat terkait kelanjutan pengadaan mebel sekolah Rp 87 milliar pada Seni (16/4/2018), dan belum ada keputusan apapun. 

Keputusan Kadisdik DKI seharusnya bisa lelang ulang atau evaluasi ulang, bukan langsung meminta lelang ulang. 

Lelang mebel senilai Rp 87 milliar itu sebelumnya gagal karena ulah janggal Pokja Tertentu BPPBJ DKI.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help