Pengrajin Songket Khas Betawi Berdayakan Kaum Dhuafa

LKB akan membuat pusat Pelatihan dan Pembinaan Tenun dan Songket Betawi di area Setu Babakan Jakarta Selatan dalam waktu dekat.

Pengrajin Songket Khas Betawi Berdayakan Kaum Dhuafa
Warta Kota/Rangga Baskoro
Bendahara Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Anna Mariana. 

BENDAHARA Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Anna Mariana bersama LKB akan membuat pusat Pelatihan dan Pembinaan Tenun dan Betawi'>Songket Betawi di area Setu Babakan Jakarta Selatan dalam waktu dekat.

"Sebanyak 150 orang kaum dhuafa janda-janda tidak mampu secara finansial dan ibu-ibu PKK di daerah Setu Babakan, yang masih produktif dan masih punya kemampuan, semangat untuk bekerja menenun akan saya berdayakan," kata Anna saat dikonfirmasi, Selasa (17/4).

Ia menambahkan, pembinaan yang akan diberikan mulai dari pelatihan awal belajar mengenal dan cara penggunaan alat-alat tenun dan songket, membuat pola dan motif, mengenal memahami pewarnaan-pewarnaan dengan baik.

Anna juga menjelaskan membuat serta memahami motif-motif kain-kain tenun dan songket, harus sampai betul-betul mahir menenun, dan menyongket serta membuat pola dengan motif desain kain-kainnya.

"Sampai hasil karya nya pengrajin-pengarajin tenun dan songket kita jamin semua, mulai dari persiapan peralatan-peralatan nya, memberikan honor para penenun-penun nya sampe bahan baku nya, pemasaran semua kita jamin," ujar Anna.

Anna melanjutkan, tujuan pelatihan hingga mahir agar pengrajin-pengrajin tetap konsisten bekerja karena mendapat jaminan pendapatannya yang sesuai dan mendapat support langsung dari hulu sampai hiliir nya.

"Tidak setengah-setengah membantu dan membina pengrajin-pengrajin itu, harus benar totalitas mensuport nya, kita berharap Tenun dan Songket Indo yang merupakan Aset serta Warisan Budaya Tradisional Leluhur Bangsa Indonesia ini, berharap tidak punah dan tidak hilang pelan-pelan dari Indonesa ini," ucapnya.

Ia mengaku para pengrajin binaannya yang berada hampir di seluruh daerah-daerah dan pelosok negeri Indonesia saat ini berjumlah kurang lebih hampir 15 juta orang.

Setiap tahun terus bertambah dan terus lahir pengrajin-pengrajin binaan-binaan yang baru dan termasuk generasi muda terus lahir saat ini.

"Target saya kalau Allah SWT memberikan saya Rejeki yang lebih banyak melalui penjualan-penjualan produk Tenun dan Songket Indo sendiri, baik Pasar di dalam negeri maupun Luar negeri terus semakin berkembang lebih baik dari tahun ke tahun," terangnya.

Ia pun berharap para pejabat negara baik Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mau memperhatikan tenun dan songket Betawi.

"Sebagaimana perjuangan saya, kami harapkan Pak Presiden Joko Widodo agar beliau mau mendengarkan aspirasi para pengrajin-pengrajin Indonesia yang mengharapkan pengakuan secara sah dan legal dari Pemerintah Indonesia untuk Kain Tenun dan Songket Indonesia," tuturnya.

Anna berharap bisa segera mengesahkan ada nya 'Hari Tenun dan Songket Nasional' seperti layak nya Hari Batik Nasional. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help