Napi Anak - anak di Tangerang Pecahkan Rekor MURI Ritual Bikin Nangis

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seluruh Indonesia memecahkan rekor MURI ritual membasuh kaki orangtua.

Napi Anak - anak di Tangerang Pecahkan Rekor MURI Ritual Bikin Nangis
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Orangtua menangis saat anaknya yang dipenjara di LP Anak membasuh kakinya. 

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seluruh Indonesia memecahkan rekor MURI ritual membasuh kaki orangtua secara serentak dalam kegiatan Family and Society Gathering.

Giat tersebut dihelat di LPKA Klas 1A Tangerang, kegiatan bertema Tetap Ceria Meraih Asa ini bertujuan menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, dan hormat kepada orangtua, serta tetap ceria dalam meraih masa depan.

Hal tersebut diungkapkan langsung olrh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mardjoeki. Ia menjelaskan Family and Society Gathering merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke- 54 tanggal 27 April 2018 dengan tajuk Kami PASTI.

Baca: Rekor MURI, Pemkot Tangsel Masak 6.000 Pepes Bandeng dengan Bright Gas

 Keharuan pun terpancar saat seluruh anak - anak mulai membasuh kaki kedua orangtua. Mereka seraya bersimpuh dan memohon maaf atas khilaf yang telah lalu.

Menurut Mardjoeki keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam proses pendidikan dan pembinaan anak.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mengembalikan semangat dan keceriaan anak dalam meraih masa depan,” ujar Mardjoeki.

Selain pemecahan rekor MURI ritual membasuh kaki orangtua secara serentak, Anak LPKA seluruh Indonesia juga melukis bersama dalam kanvas besar yang diawali dengan coretan oleh Menteri Hukum dan HAM. Hasil lukisan Anak LPKA pun langsung ditampilkan kepada seluruh undangan yang hadir.

Baca: Festival Cap Go Meh Singkawang Pecahkan 4 Rekor MURI Sekaligus

Selanjutnya, Anak LPKA seluruh Indonesia mengkhatamkan Al Quran dengan membaca tiga surah terakhir, yakni Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas. Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menerangkan, Family and Society Gathering merupakan sarana untuk membangun kemampuan dan kepercayaan diri Anak untuk dapat berinteraksi kembali secara optimal dalam lingkungan masyarakat demi meraih cita - cita.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi peningkatan peran serta dan kontribusi masyarakat dalam melaksanakan dan mengembangkan program pembinaan bagi anak guna mencapai tujuan pemasyarakatan.

Baca: Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Metro Raih Rekor MURI

“Semoga dapat menanamkan nilai - nilai kebangsaan, kemanusiaan dan rasa cinta kasih terhadap sesama, serta mewujudkan sistem periakuan kreatif yang menumbuhkan rasa aman, nyaman, ceria, ramah, dan layak anak,” kata Sri.

Ia merinci berdasarkan data sms gateway Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pertanggal 16 April 2018, jumlah Anak Pidana di seluruh LPKA sebanyak 2.725 dan jumlah Anak Tahanan sebanyak 1.001. Dengan rincian Anak Tahanan Laki - laki 977 orang, Anak Tahanan Perempuan 25 orang,

"Anak Pidana Laki - laki 2,659 orang, dan Anak Pidana Perempuan 66 orang. Ada pun jumlah klien Anak sebanyak 1.621," paparnya. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help