Home »

News

» Jakarta

Limitnews.net Minta Maaf Terkait Pemberitaan Kasus Warga Papanggo dan Ketua RW

"Wartawan kami sudah mengakui tidak melakukan konfirmasi kepada hakim mediasi Chris Fajar. Tetapi, hanya mendengarkan dari pihak penggugat.."

Limitnews.net Minta Maaf Terkait Pemberitaan Kasus Warga Papanggo dan Ketua RW
m15/Hamdi Putra
SIDANG gugatan perbuatan melawan hukum antara Ketua RW 09 Kelurahan Papanggo terhadap tiga orang warganya, yakni Feriana, Rina Susanto, dan Suseno Halim, Kamis (12/4/2018). 

REDAKSI  limitnews.net akhirnya menyampaikan permintaan maafnya kepada publik pada Minggu sore (15/4/2016) atas pemberitaannya yang berjudul 'Dugaan Fitnah, Hakim Mediasi Simpulkan Tergugat Bersalah' yang diunggah Kamis pagi (5/4/2018) sekitar pukul 06.30 WIB.

"Wartawan kami sudah mengakui tidak melakukan konfirmasi kepada hakim mediasi Chris Fajar. Tetapi, hanya mendengarkan dari pihak penggugat, sehingga pernyataan itu seolah-olah sudah pernyataan kesimpulan dari hakim Chris Fajar. Padahal, pernyataan itu tidak pernah disampaikan hakim mediasi Chris Fajar kepada wartawan kami."

"Untuk itu, redaksi limitnews.net dan wartawan menyatakan permintaan maaf kepada Bapak Chris Fajar sebagai hakim mediasi perkara No. 92/Pdt/6/2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dan pihak lainnya pada sidang mediasi gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) atas nama tergugat Feriana, Rina Susanto, dan Suseno Halim melawan penggugat Hasan Sunardi pada Rabu (11/4/2018)." Demikian isi permintaan maaf redaksi limitnews.net.

Meskipun redaksi limitnews.net telah menyampaikan permintaan maafnya, para tergugat menyesalkan wartawan limitnews tidak melakukan konfirmasi atau klarifikasi kepada hakim mediasi Chris Fajar dalam rentang waktu yang cukup panjang sejak diterbitkannya berita tersebut hingga permintaan maaf.

"Yang pertama, berita itu kan terbit tanggal 5 April 2018. Sedangkan permintaan maafnya baru tanggal 15 April 2018. Dalam rentang waktu 10 hari kenapa wartawan limitnews tidak melakukan konfirmasi atau klarifikasi ke hakim mediator. Kedua, sebagai wartawan yang menulis kasus hukum, seharusnya wartawan tersebut paham bahwa dalam proses mediasi itu tidak ada vonis atau putusan, yang ada hanya saran untuk berdamai," kata Feriana, salah satu tergugat.

Para tergugat tetap akan membawa masalah tersebut ke jalur hukum dengan membuat laporan ke pihak berwajib atau kepolisian.

"Kami mau melaporkan sumber berita dan yang menyebarkan ke warga via WhatsApp. Jadi, bukan medianya yang kami laporkan tapi narasumbernya atau penggugat dalam kasus ini Ketua RW 09 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menurut kami, nama tersebut sudah memberikan keterangan palsu, berita bohong dan menyebarluaskannya serta sudah mencemarkan nama baik kami," tutur Suseno Halim, tergugat lainnya.

Baca: Hotman Paris Komentari Kasus Warga Tanjung Priok dan Ketua RW

Tidak Transparan

Sebelumnya, Warga RW 09 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengeluhkan pengelolaan kas RW yang tidak transparan dan cenderung tertutup.

Halaman
12
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help