WartaKota/

KPU Tangsel Mulai Pendataan Pemilih untuk Pilpres 2019

Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan mulai melakukan tahapan kegiatan pendataan dan pencocokan data pemilih (coklit) untuk Pilpres 2019.

KPU Tangsel Mulai Pendataan Pemilih untuk Pilpres 2019
Warta Kota/Banu Adikara
Ketua KPU Tangsel, Mohammad Subhan. 

Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan mulai melakukan tahapan kegiatan pendataan dan pencocokan data pemilih (coklit) untuk Pilpres 2019.

Mereka mendatangi seluruh rumah warga pada 7 Kecamatan yang ada di lingkup Tangerang Selatan

Ketua KPU Tangsel, M Subhan menargetkan sebanyak 18.985 rumah akan didatangi petugas untuk melakukan pendataan daftar pemilih (Pantarlih). Hal ini dilakukan untuk pencocokan dan penelitian secara door to door.

“Tahapan pemutakhiran data ini akan dilakukan mulai dari Selasa besok sampai dengan 16 Mei mendatang. Nantinya petugas coklit akan melakukan pemutakhiran dari pintu ke pintu,” ujar Subhan, Selasa (17/4/2018).

Selain melibatkan petugas Pantarlih, kegiatan ini juga melibatkan anggota KPU RI, KPU Provinsi, KPU Kota PPK, PPS, dan lembaga Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Ini adalah program prioritas kami. Sebab ini kegiatan spektakuler secara serentak. Karena itu setiap Pantarlih minimal sudah melakukan pendataan sedikitnya lima rumah. Sehingga nantinya bisa didaftarkan untuk peraihan rekor muri. Sebab ini tujuan KPU juga,” ucapnya.

Subhan mengakui bahwa masyarakat masih banyak yang belum mengetahui adanya pendataan coklit itu. Karenanya membutuhkan sosialisasi agar masyarakat bisa menyiapkan beberapa persyaratan yang diperlukan untuk melakukan coklit pemilih.

“Karena itu kami menyampaikan supaya masyarakat menyiapkan surat kependudukan seperti e-KTP dan Kartu Keluarga. Supaya ketika Pantarlih datang semua pendataan bisa segera dilakukan,” kata Subhan.

Video Call

Anggota KPU Tangsel, Bambang Dwitoro menambahkan, selain pendataan langsung door to door, pihaknya juga membuka kemungkinan dilakukannya pendataan dengan video call.

“Hal ini dilakukan karena adanya beberapa masayarakat yang tidak ada di rumah. Sehingga diperbolehkan video call. Demi mengumpulkan data secara maksimal,” ungkap Bambang.

Dirinya menerangkan untuk petugas Coklit saat ini, KPUD Kota Tangsel, sedikitnya telah menyiapkan 3.905 orang. Terdiri dari 3.797 Pantarlih, 162 orang PPS, 21 orang PPK dan KPU Kota Tangsel 5 orang.

“Petugas akan dibekali seragam berupa topi pantarlih, pakaian seragam hitam dan name tag. Serta bordir di lengan sebelah kanan bertuliskan pantarlih. Masyarakat harap memerhatikan dan meminta tanda pengenal petugas, kami berharap tak ada tindak kejahatan yang berpura - pura sebagai petugas,” paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help