WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Kesal Korban Kebakaran di Taman Kota Dirikan Hunian Lagi, Kasatpol PP: Masa Iya Pakai Kekerasan?

Tamo menjelaskan, seringkali pihaknya imbau kepada korban kebakaran, agar tak lagi dirikan hunian di lahan bekas kebakaran

Kesal Korban Kebakaran di Taman Kota Dirikan Hunian Lagi, Kasatpol PP: Masa Iya Pakai Kekerasan?
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Anggota DPR Fraksi PDIP Charles Honoris (kanan), berdialog dengan warga saat meninjau dan membantu korban kebakaran di Jalan Perumahan Taman Kota Blok A-1, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (1/4/18). 

KASATPOL PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, kesal dikarenakan ratusan Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di RW 05 Perumahan Taman Kota, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, tetap ngotot untuk mendirikan kembali huniannya.

Bila diinginkan atasannya agar membongkar paksa bangunan tersebut, Tamo mengaku pihaknya sudah siap.

"Ada 10 personel kami siagakan di sana (lahan kebakaran Perumahan taman kota) untuk bisa melakukan pemantauan dan turut menegur ke warganya agar tidak lagi mendirikan bangunan disana. Sebab itu lahan kebakaran, agar dapat dibangun ruang terbuka hijau. Namun, apabila ada perintah bongkar, kami segera melakukan pembongkaran bangunan," kata Tamo kepada awak media, Selasa (17/4/2018).

Tamo menjelaskan, seringkali pihaknya imbau kepada korban kebakaran, agar tak lagi dirikan hunian di lahan bekas kebakaran yang bakalan difungsikan untuk Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum).

"Kalaupun penertiban, dilakukan persuasif dan dirapatkan dulu. Logistiknya, personelnya, dan siapa saja yang andil dalam penertiban lokasi," kata Tamo kembali.

Mengetahui ratusan korban kebakaran ngotot mendirikan kembali bangunannya dan enggan direlokasikan ke Rumah Susun (Rusun) Rawa Buaya, ia pun naik pitam.

"Itu lah masyarakat. Kami tunggu perintah dari atasan (Wali Kota Jakarta Barat) aja, dan kami awasi terus. Masa iya harus pakai kekerasan? Kalau kekerasan itu diinginkan pimpinan saya sih engga ada masalah. Apa iya harus setegas mungkin? Ya cuman kalau berbenturan, malah nanti kamu yang disalahkan. Ya kan. Bilangnya Satpol ini telah mendahului putusan pimpinan," paparnya kembali.

Tamo juga mengatakan, pihaknya sempat beri imbauan dan mensosialisasikan nantinya para warga pemilik bangunan akan direlokasikan ke Rusun Rawa Buaya.

Namun ada saja beberapa warga yang tetap ingin bertahan tinggal.

"Di sana ada beberapa warga bertahan tinggal menggunakan terpal. Mengenai ada bangunan baru berdiri, baru ditemukan sekitar 3-4 hunian saja. Bangunan baru ini sudah berdiri sebelum sosialisasi antar warga dilakukan. Bahkan, ada warga di sana, ibu-ibu punya bayi tetap ngotot bertahan. Malah kalau dipaksa pindah bakalan nekat teriak-teriak. Ancamnya seperti itu," kata Tamo. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help