Granat Fighting Club Kritisi Kemenpora yang Kaku Tanggapi Atlet Cedera

Ricky Asriel Refwalu berangsung pulih usai menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018) lalu

Granat Fighting Club Kritisi Kemenpora yang Kaku Tanggapi Atlet Cedera
GISESYA RANGGAWARI
Sekjen DPP Granat, Ashar Soerjobroto dan Wabendum Granat Hilmiah Rahman (kiri) membesuk sekaligus memberikan donasi kepada Ricky (tengah), Selasa (17/4/2018) di RSPON, Cawang. 

Kondisi Atlet Muay Thai asal Indonesia yang sebelumnya koma, Ricky Asriel Refwalu berangsung pulih usai menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018) lalu

Sebelumnya, untuk biaya operasi Ricky dan keluarga mengalami kesulitan dana. Pihak RSPON memberikan estimasi biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 90 juta, itu belum termasuk biaya kamar, obat, dokter, perawatan, menurut sang Manajer, Agus Setiawan total mungkin bisa diatas Rp 100 juta.

Beruntung, teman-teman sesama atlet membantu, dan Granat Fighting Club yang merupakan club Ricky juga turut membantu dari sejak awal keberangkatan atlet Mixed Martial Arts ini ke Malaysia.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Granat yang diwakilkan oleh Ashar Soerjobroto selaku Sekjen DPP Granat, dan Wabendum Hilmiah Rahman memberikan total bantuan donasi sebesar Rp 48 juta.

"Total donasi yang diberikan dari DPP Granat 48 juta, donasi untuk pengobatan Ricky Asriel Refwalu, di luar bantuan dari ketua umum DPP Granat, Henry Yosodiningrat." Ujar Sang Manajer Granat, Agus Setiawan, Selasa (17/4/2018) di RSPON, Cawang.

Ricky yang mewakilkan Indonesia di ajang Johor International Muay Thai Championships ini menurut Agus tidak ada sama sekali bantuan dari pemerintah dalam hal ini Kemenpora.

Lebih lanjut Granat Fighting Club melalui Agus berharap pemerintah untuk cepat sigap membantu jika mengetahui kabar atlet Indonesia yang ceder apalagi sampai mengancam jiwa.

"Harapan dari DPP Granat ke depan agar pihak Menpora lebih sigap dan tanggap memperhatikan atlet yang mengalami cedera dalam sebuah pertandingan, apalagi atlet ini membela nama Indonesia, karena tidak ada sama sekali perhatian apapun dari pemerintah dalam insiden ini" Papar Agus yang juga pelatih di Granat Fighting Club.

Agus juga mengkritisi sikap pemerintah, Kemenpora, BOPI dan seluruh lembaga olahraga yang terlalu kaku dalam menyikapi insiden atlet yang cedera parah bahkan hingga nyawanya terancam.

"Kedepannya pemerintah jangan terlalu kaku dalam menyikapi sebuah insiden yang menimpa atlet, lihat juga sisi kemanusiaannya apakah harus ada korban jiwa dulu baru pemerintah mau perduli dan memperhatikan atlet? Tutup Agus tegas.

Ricky harus menjalani operasi, karena bagian dahinya pecah saat bertanding melawan atlet Muay Thai asal Malaysia, Mustar, di kelas 100+ pada ajang Johor International Muay Thai Championships, Sabtu (7/4/2018) malam lalu waktu Johor

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved