Baru Satu Pemasang Spanduk Liar Terjaring Tangkap Tangan

Pemasang spanduk liar atau ilegal dianggap telah merusak estetika kota dan mengotorinya.

Baru Satu Pemasang Spanduk Liar Terjaring Tangkap Tangan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Penertiban reklame spanduk liar oleh Satpol PP Kota Depok, Minggu (15/4/2018). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Satu Orang Pemasang Spanduk Liar Tertangkap Tangan Satpol PP Depok

Depok, Warta Kota
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok memastikan dan menetapkan, untuk menangkap secara langsung atau melakukan operasi tangkap tangan (OTT) bagi siapapun pemasang spanduk dan reklame liar di Kota Depok.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto menuturkan ketetapan itu sudah mulai dilakukan pihaknya sejak April, karena penertiban reklame dan spanduk liar di sejumlah wilayah dan jalan utama di Kota Depok, selama ini dirasakan tidak efektif.

"Setelah kami tetapkan, pada Sabtu 7 April dinihari lalu, kami tangkap tangan atau OTT satu orang pria pemasang spanduk liar di jalan utama Kota Depok," kata Yayan kepada Warta Kota, Selasa (17/4/2018).

Pelaku pemasangan spanduk liar tersebut sempat diamankan dan didata pihaknya.

"Dari identitasnya yang bersangkutan adalah warga Pondok Gede, Jakarta Timur," katanya.

Pelaku, kata Yayan memasang spanduk liar di beberapa jalan diantaranya di Jalan Raya Bogor, Depok.

"Kartu identitas atau KTPnya yang kemudian kami sita. Lalu kami ajukan ke Pengadilan Negeri Depok, karena tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran Perda Depok," kata Yayan.

Perda yang dimaksud kata Yayan adalah Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum yang biasa dikenal dengan Perda Tibum.

Di mana pemasang spanduk liar atau ilegal, dianggap telah merusak estetika kota dan mengotorinya sehingga dianggap menganggu ketertiban umum.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help