WartaKota/
Home »

Video

VIDEO: Ketua PN Depok Sebut Eksekusi Pasar Kemiri Muka Bisa Ditunda

Tetapi Kamis nanti itu, baru akan ditentukan detiknya apakah ditunda atau tidak. Karena kita punya bahan pertimbangan untuk menentukannya

Luluh, salah seorang pedagang mengatakan ribuan pedagang di Pasar Kemiri Muka dengan tegas menolak rencana eksekusi lahan dan akan melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga, jika PN Depok benar-benar akan melakukan eksekusi lahan 19 April mendatang.

Menurutnya tidak adanya dialog dan pembicaraan antara PT Petamburan selaku pemenang sengketa lahan dengan para pedagang semakin membulatkan tekad pedagang menolam rencana eksekusi.

"Hampir seluruh pedagang sudah berjualan di Pasar Kemiri Muka selama puluhan tahun. Lalu kenapa lahan kami dieksekusi begitu saja, tanpa ada pembicaraan dan dialog sebelumnya," kata Luluh.

Karenanya pada pekan lalu, para pedagang melalui kuasa hukum mereka mengajuka gugatan pihak ketiga atau Derden Verzet atas putusan PN Cibinong ke PN Depok yang memenangkan PT Petamburan atas sengketa lahan pasar Kemiri Muka.

"Saat ini kami masih melakukan perlawanan hukum. Karenanya rencana eksekusi lahan harus dibatalkan lebih dulu," kata Luluh.

Dalam aspirasi pedagang bersama komponen dan komunitas Pasar Kemiri Muka, perwakilan unjuk rasa menyampaikan delapan sikap ke Pengadilan Negeri Depok, terkait rencana eksekusi lahan itu.

Delapan aspirasi itu dibacakan perwakilan pedagang dengan pengeras suara di halaman PN Depok.

Juru Bicara PN Depok, Teguh Arfiano mengatakan eksekusi lahan Pasar Kemiri Muka, memang dijadwalkan akan dilaksanakan oleh PN Depok 19 April 2018 mendatang.

Menurutnya pelaksanaan eksekusi oleh PN Depok adalah hasil delegasi PN Cibinong, Bogor, dimana di sanalah, kasus sengketa lahan Pasar Kemiri Muka antara PT Petamburam Jaya Raya dan Pemkot Depok disidangkan.

"Karena lahan dimana eksekusi hasil putusan PN Cibinong, itu ada di Depok, maka pelaksanaanya di delegasikan ke kami. Sehingga bukan kewenangan PN Depok membatalkannya," kata Teguh.

Sementara itu Direktur PT Petamburan Jaya Raya Yudhy Pranoto Yohanto, memastikan bahwa eksekusi lahan dilakukan tanpa disertai pengosongan atau pengusiran pedagang.

"Eksekusi hanya berupa deklarasi dan penetapan saja. Jadi pedagang tetap bisa berdagang, setelah pembacaan eksekusi lahan," kata Yudhy.(bum

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help