Satpol PP Depok Tetapkan Operasi Tangkap Tangan Penertiban Spanduk Liar dengan Denda Rp 25 Juta

Sebab, selama ini, setelah penertiban spanduk liar, tak lama kemudian terpasang spanduk atau reklame liar.

Satpol PP Depok Tetapkan Operasi Tangkap Tangan Penertiban Spanduk Liar dengan Denda Rp 25 Juta
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Penertiban reklame dan spanduk liar di sejumlah wilayah dan jalan utama di Kota Depok, selama ini, dipastikan tidak efektif. 

Dengan begitu kata dia diharapkan akan timbul efek jera, sehingga mereka tidak lagi memasang spanduk liar di tengah dan sudut Kota Depok.

"Dengan ini, diharapkan penertiban spanduk liar yang kami lakukan akan lebih efektif. Sebab, selama ini, setelah penertiban spanduk liar, tak lama kemudian terpasang spanduk atau reklame liar baru," kata Yayan.

Menurut Yayan, kebijakan operasi tangkap tangan bagi pemasang spanduk liar untuk diajukan ke meja hijau karena melanggar Perda Depok dan dijerat tipiring, adalah inovasi dan ide dari Kusumo selaku Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Depok yang baru.

Kusumo baru menjabat sebagai Kabid Transmas Tibum dan Pamwal Satpol PP Depok pada 13 Maret lalu.

Sebelumnya ia menjabat Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Penertiban reklame dan spanduk liar di sejumlah wilayah dan jalan utama di Kota Depok, selama ini, dipastikan tidak efektif.
Penertiban reklame dan spanduk liar di sejumlah wilayah dan jalan utama di Kota Depok, selama ini, dipastikan tidak efektif. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Kabid Transmas Tibum dan Pamwal Satpol PP Depok, Kusumo, menuturkan semua ide dan usulannya atas operasi tangkap tangan bagi pemasang spanduk liar ini adalah terobosan baru menurutnya.

"Bagi saya, ini inovasi dan terobosan baru agar pemasangan spanduk liar di Depok tidak lagi marak. Saya juga berharap ada masukan dan ide bari dari masyarakat termasuk wartawan," kata Kusumo kepada Warta Kota, Senin (16/4/2018).

Menurutnya untuk menyelesaikan masalah spanduk liar di Depok mesti dilakukan dari hulu atau sumbernya.

Sehingga, timbulah ide.operasi tangkap tangan dan mengajukannya ke meja hijau karena tipiring.

"Apalagi Perda Depok sudah mengakomodir itu. Jadi biar cepat beres masalah diselesaikan daro hulu. Harapannya juga mereka akan mengurus izin untuk pasang spanduk di Depok, sehingga pendapatan asli daerah atau PAD Kota Depok bisa naik," kata Kusumo.

Penertiban reklame dan spanduk liar di sejumlah wilayah dan jalan utama di Kota Depok, selama ini, dipastikan tidak efektif.
Penertiban reklame dan spanduk liar di sejumlah wilayah dan jalan utama di Kota Depok, selama ini, dipastikan tidak efektif. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help