Home »

News

» Jakarta

Pengusaha Hiburan Ingin Pergub Pariwisata Mendukung Dunia Usaha

Kondisi tersebut dinilainya bertentangan dengan semangat usaha yang disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno.

Pengusaha Hiburan Ingin Pergub Pariwisata Mendukung Dunia Usaha
Warta Kota/Dwi Rizki
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiati menyampaikan sambutan dalam sosialisasi Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata kepada puluhan pengusaha hiburan di Sanggar Krida Wanita Jaya Raya (Sangrini), Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (16/4/2018). 

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata dinilai kalangan pengusaha sebagai bentuk penekanan usaha hiburan.

Pasalnya, penutupan usaha tidak disertai dengan kesempatan evaluasi kalangan pengusaha.

"Kami ingin sekali memahami dan mentaati apa yang diatur dalam Pergub, kami juga mendukung keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong dunia usaha. Tapi, sebaliknya, sekarang seperti ditekan, tidak ada keberpihakan," ungkap Astri, pemilik Spa Putri usai mengikuti sosialisasi Pergub Nomor 18 tahun 2018 di Sanggar Krida Wanita Jaya Raya (Sangrini), Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (16/4/2018).

Kondisi tersebut dinilainya bertentangan dengan semangat usaha yang disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno sejak masa kampanye Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Padahal, usaha spa seperti miliknya menghidupi belasan pegawai.

"Kami tidak punya kesempatan, padahal pelanggaran dari pengunjung. Sementara kalau usaha tutup, banyak keluarga yang kehilangan nafkah, ini bertentangan sama visi usaha Sandiaga Uno," ujar pemilik spa dibilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara itu.

Walau begitu, mewakili pengusaha spa, dirinya mengaku akan mentaati peraturan dan meluruskan imej spa yang selalu dikonotasikan negatif, yakni sebagai lokalisasi prostitusi. Karena itu, Astri mengaku mendukung peraturan, khususnya menindak pelanggaran yang dilakukan spa atau griya pijat nakal.

"Kami sangat prihatin banyak yang beranggapan buruk soal spa, karena spa itu pada dasarnya adalah relaksasi. Jadi bukan usaha menyimpang, tetapi murni untuk kesehatan. Ini yang harus diluruskan, spa yang menyimpang dan mengkhawatirkan," tutupnya menambahkan.

Bersamaan, Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), Eric Halauet menyampaikan kebijakan pemerintah seharusnya dapat menjadi payung bagi pengusaha. Bukan sebaliknya yang justru menutup usaha secara keseluruhan.

"Terus terang banyak teman-teman pengusaha khawatir, karena memang pelanggaran digeneralisasikan. Kalau ditemukan narkoba, semuanya ditutup padahal narkoba dari luar (pengunjung). Ini harus menjadi catatan," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, tidak menutup kemungkinan jika bisnis hiburan di Jakarta akan menghilang. Seluruh pengusaha hiburan katanya mencabut usahanya dari Ibukota dan membuka usaha di luar DKI Jakarta.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help