Home »

Depok

Kasus First Travel

Pengadilan Negeri Depok Digeruduk Ratusan Pedagang Pasar Kemiri Muka, Sidang First Travel Molor

Sidang lanjutan First Travel hanya menghadirkan satu saksi dari kuasa hukum terdakwa.

Pengadilan Negeri Depok Digeruduk Ratusan Pedagang Pasar Kemiri Muka, Sidang First Travel Molor
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ratusan pedagang Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok menggelar aksi unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Senin (16/4/2018) siang. 

AKSI unjuk rasa yang digelar ratusan pedagang Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok di halaman Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Senin (16/4/2018), mengakibatkan sidang lanjutan skandal First Travel, molor.

Sedianya sesuai jadwal yang tertera di papan pengumuman digital, sidang kasus First Travel digelar pukul 10.00.

Namun, karena sebelum pukul 10.00 ratusan pedagang Pasar Kemiri Muka sudah memenuhi halaman PN Depok dan melakukan orasi, sidang akhirnya baru dimulai pukul 11.50.

Sidang lanjutan First Travel hanya menghadirkan satu saksi dari kuasa hukum terdakwa.

Wawan Ardianto, kuasa hukum terdakwa menuturkan, ada dua saksi yang dipanggil untuk hadir di sidang lanjutan First Travel kali ini, yakni Nadir sebagai Ketua Paguyuban Jemaah Umrah, dan Abdul Salam sebagai jemaah umrah First Travel.

Baca: Ditawari Durian, Sandiaga Uno Kliyengan

"Namun yang hadir hanya satu orang, yakni Saudara Abdul Salam," kata Wawan di depan majelis hakim.

Setelah disumpah di depan pengadilan, Abdul Salam lalu memberikan kesaksiannya di persidangan.

Di depan pengadilan, ia mengaku menjadi jemaah First Travel sejak 2011.

"Saya sudah menjadi jemaah sejak tahun 2011, setiap tahun saya selalu ikut bersama First Travel," ujar Abdul Salam dalam pembukaan persidangan.

Baca: Sandiaga Uno Ingin PKL Binaan Naik Kelas

Tiga bos First Travel menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri) Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, yang menjabat Direktur Utama First Travel dan Direktur First Travel, serta adik Anniesa yakni Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, yang menjabat Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel.

Ketiganya didakwa dan dijerat pasal penipuan, penggelapan dana, serta tindak pidana pencucian uang, yang ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara.

Karena perbuatan mereka, sebanyak 63.310 calon jemaah umrah First Travel dari seluruh Indonesia, gagal berangkat. Kerugian yang dialami seluruh korban mencapai total Rp 905 miliar lebih. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help