Mulan Jameela Suka Menangis Tak Kuat Saksikan Persidangan Ahmad Dhani

Dia memastikan bahwa apa yang dilakukannya bukan sebuah ujaran kebencian seperti disangkakan.

Mulan Jameela Suka Menangis Tak Kuat Saksikan Persidangan Ahmad Dhani
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ahmad Dhani Prasetyo hadir dalam sidang perdana kasus ujaran kebencian yang menimpa dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Musisi Ahmad Dhani Prasetyo hadir dalam sidang perdana kasus ujaran kebencian yang menimpa dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4) petang.

Ia hanya datang bersama tim kuasa hukumnya dari Advokad Cinta Tanah Air (ACTA) dan seorang anaknya Abdul Qodir Jaelain atau Dul tanpa didampingi sang istri Mulan Jameela.

Datang sekitar pukul 15.00, Dhani mengenakan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Ia tampak tenang dan tersenyum saat menyapa sejumlah wartawan yang hadir untuk meliput proses persidangan.

Saat ditanya awak media kenapa Mulan tak menemani, ia menyebut istrinya tidak cukup kuat menyaksikan dirinya dalam persidangan.

Dalam sejumlah kesempatan usai penetapan Dhani sebagai tersangka, Mulan mengungkapkan kesedihannya.

"Dia sedih, suka nangis. Memang perempuan tidak sekuat laki-laki," kata Dhani.

Dhani mengaku, siap menjalani persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Meski demikian, ia memastikan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah sebuah ujaran kebencian.

Kasus Ahmad Dhani bermula dari laporan yang diajukan Jack Boyd Lapian. Jack yang mengklaim sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini melaporkan unggahan Dhani di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST.

Ia menilai, kicauan Dhani di Twitter berisi kebencian. Dalam akun tersebut Dhani menulis, 'Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.

Hasil pengembangan dari laporan tersebut, polisi kemudian menetapkan Dhani sebagai tersangka. Polisi pun melimpahkan berkas kasus tersebut ke kejaksaan, untuk kemudian dibawa ke ranah penuntutan.

Ahmad Dhani dinilai melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun agenda sidang kali ini adalah pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help