Misteri Keberadaan Setya Novanto Saat Buron KPK Terjawab Ngumpet di Sentul

Novanto check out dari hotel pada siang hari dan langsung menuju DPR. Saat itu, Deistri juga belum mendengar kabar dari Novanto.

Misteri Keberadaan Setya Novanto Saat Buron KPK Terjawab Ngumpet di Sentul
Warta Kota/Henry Lopulalan
ISTRI mantan Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, meninggalkan ruangan usai disumpah sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat , Senin (16/4). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Mantan Ketua DPR Setya Novanto tak berada di rumahnya saat petugas Komisi Pemberantasan Korupsi hendak menangkapnya pada 15 November 2017.

Istri Novanto, Deistri Astriani mengakui bahwa saat itu ia juga tidak tahu di mana suaminya berada.

Berkali-kali ia menelepon ponsel Novanto di depan penyidik, tetapi tak juga diangkat.

Baru keesokan harinya saat Novanto dirawat pascakecelakaan, ia mengetahui ke mana suaminya pergi.

"Baru tahu belakangan, katanya di Sentul, di hotel," ujar Deistri saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (16/4/2018).

Deistri mengatakan, saat Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau, dirinya bertanya ke mana saja Novanto saat KPK datang.

Ia pun bertanya kronologi bagaimana Novanto bisa di sana.

Namun, Deistri tidak menjelaskan di sidang apa yang Novanto lakukan di Sentul.

Novanto check out dari hotel pada siang hari dan langsung menuju DPR.

Saat itu, Deistri juga belum mendengar kabar dari Novanto.

Pada 16 November 2017 siang, Novanto menghubungi Deistri.

Ia menyampaikan siap menyerahkan diri ke KPK.

"Sama anak-anak yang kuat, tidak apa-apa. Tolong kuatin anak-anak. Tenangin anak-anak," kata Deistri menirukan ucapan Novanto saat itu.

Sebelumnya, dalam dakwaan Fredrich Yunadi disebutkan bahwa Novanto sengaja menghindar saat akan ditangkap KPK.

Ia bersembunyi di hotel di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Saat menabrak tiang listrik, mobil Fortuner yang dikemudikan bekas wartawan Metro TV, Hilman Mattauch di belakang kemudi. 

Menurut jaksa, pada 15 November 2017, Setya Novanto tidak datang memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai tersangka.

Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB, penyidik melakukan upaya penangkapan dan penggeledahan di rumah yang beralamat di JaIan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta SeIatan.

Namun, penyidik tidak menemui Setya Novanto. Saat itu, penyidik bertemu dengan Fredrich Yunadi.

"Penyidik KPK menanyakan keberadaan Setya Novanto kepada terdakwa. Namun, terdakwa mengatakan tidak mengetahui," ujar jaksa Kresno Anto Wibowo saat membacakan surat dakwaan.

Padahal, menurut jaksa, sebelumnya Fredrich telah menemui Setya Novanto di Gedung DPR.

Namun, saat penyidik KPK datang, Novanto terIebih dahulu pergi meninggalkan rumahnya bersama dengan Azis Samual dan Reza Pahlevi yang merupakan ajudan Novanto. Novanto berada di Sentul sambiI memantau perkembangan situasi meIalui televisi.

Kompas TVSetya Novanto juga menyakinkan hakim tentang rekam jejak perilaku positifnya. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Tautan asli: Setnov

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved