Korban Kebakaran Taman Kota Menolak Direlokasi ke Rusun karena Keberatan Biaya Sewa

Penyebab penolakan keras warga direlokasi akibat malas membayar uang sewa unit rusun sekitar Rp 400.000-500.000 per bulan.

Korban Kebakaran Taman Kota Menolak Direlokasi ke Rusun karena Keberatan Biaya Sewa
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi korban kebakaran menolak relokasi mereka ke rusun. 

WARTA KOTA, KEMBANGAN -- Upaya Pemerintah di dalam merelokasikan ratusan Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di RW 005, Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, ke Rumah Susun (Rusun) Rawa Buaya, saat ini terancam tidak berjalan mulus.

Berawal setuju, namun sontak 99 persen korban kebakaran itu menolak untuk direlokasi.

Hal ini, dikatakan oleh Ketua RT 16/005, Paino. Menurut Paino, dirinya bersama warga sekitar saat mendengar adanya rencana perelokasian ratusan KK korban kebakaran ke Rusun Rawa Buaya, menyatakan, senang dan 70 persen warga ketika itu menyetujuinya.

Namun, Paino sontak kaget disaat pertemuan antar warga, Jika nyaris semua warga enggan direlokasi.

Paino, sangat menyayangkan hal itu lantaran penyebab penolakan keras warga direlokasi akibat malas membayar uang sewa unit rusun sekitar Rp 400.000-500.000 per bulan.

Paino mengatakan, langkah dilakukan ratusan warga yang menolak direlokasi ke rusun, yakni dengan nekat mendirikan kembali rumah tepat di lahan yang merupakan milik pemerintah itu.

"Kebanyakan warga disini itu pada ngontrak ya dan awalnya saat kami mendengar rencana si pemerintah ingin merelokasi warga ke rusun di Rawa Buaya itu 70 persen warga setuju. Tetapi kok, saat ada pertemuan antar warga lagi, kok semuanya tiba-tiba menolak direlokasi. Malah, mereka mau melawan pihak pemerintah, yang dengan cara mendirikan kembali rumahnya itu yang sudah hangus terbakar. Tapi kan, ini areal lahan, lahannya pemerintah. Engga nyangka ya warga semuanya tiba-tiba menolak," paparnya, Senin (16/4/2018).

Ia mengatakan, langkah dilakukan pemerintah sangat tepat, yaitu memberikan tempat tinggal yang baru dan layak huni, yakni Rusun.

Namun, Paino masih penasaran, tehadap warganya itu yang sontak menolak direlokasi.

"Kalau tidak salah, kisaran 132 KK akan segera direlokasi. Rusun Rawa Buaya, baru pula, serta diutamakan warga-warga yang jadi korban dari tragedi kebakaran beberapa waktu lalu. Hanya saya bingung, awal mereka menyetujui, sontak menolak direlokasi kemudian hari. Alasan para warga, malas membayar uang sewa unit rusun tersebut, dan juga takut mata pencahariannya hilang. Sangat disayangkan menurut saya pak. Padahal, langkah pemerintah, sudah tepat ya," jelas Paino.

Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved