Home »

News

» Jakarta

Kicauan Ahmad Dhani Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara Meski Dia Tidak Ditahan

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menahan Dhani karena penyidik dan jaksa juga tidak menahannya.

Kicauan Ahmad Dhani Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara Meski Dia Tidak Ditahan
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ahmad Dhani Prasetyo hadir dalam sidang perdana kasus ujaran kebencian yang menimpa dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Musisi Ahmad Dhani Prasetyo menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4) petang. Agenda sidang kali ini adalah pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipimpin Ketua Majelis Hakim Ratmoho.

Dalam sidang yang dimulai pukul 16.45 itu, Dedyng, dari pihak JPU, mejelaskan sejumlah kronologi saat musisi itu dianggap melakukan ujaran kebencian.

Menurut Dedying, Dhani mengirimkan pesan ujaran kebencian kepada saksi Suryopratomo Bimo A alias Bimo pada tanggal 7 Februari 2017 melalui aplikasi WhatsApp.

Kemudian, saksi menyalin secar persis dengan apa yang dikirim terdakwa dan mengunggah pesan tersebut ke akun Twitter milik Ahmad Dhani.

"Tulisan tersebut berisi bahwa yang menistakan agama adalah Ahok, tapi yang diadili KH Maruf Amin," kata Dedyng.

Kemudian, Ahmad Dhani kembali mengirim pesan ujaran kebencian kepada saksi Suryopratomo Bimo A alias Bimo pada tanggal 8 Februari 2017 melalui aplikasi WhatsApp.

Pesan tersebut disalin secara persis oleh saksi Bimo dan diunggah akun Twitter milik Ahmad Dhani yang isinya melecehkan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Pesan tersebut berisi, siapa saja yang mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya," ujarnya.

Kemudian, Dhani di waktu yang sama, 8 Maret 2018, mengunggah secara pribadi di akun Twitter miliknya tentang ujaran kebencian.

Ia mengatakan bahwa penista agama tidak sesuai dengan bunyi sila yang pertama.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help