Home »

News

» Jakarta

Gawat Jalan Penataran Diprediksi Cepat Ambles Lantaran Rekayasa Lalin Underpass Matraman

Harusnya kalau pagi diberlakukan satu arah saja karena kan orang kerja berangkat ke Jakarta.

Gawat Jalan Penataran Diprediksi Cepat Ambles Lantaran Rekayasa Lalin Underpass Matraman
Warta Kota/Rangga Baskoro
Jalan Penataran hanya dilapisi dengan konblok, sehingga tidak akan kuat menahan beban volume kendaraan. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Rekayasa lalu lintas Underpass Matraman-Salemba diberlakukan sejak Selasa (10/4) lalu.

Dampaknya, kendaraan dari arah Jalan Proklamasi yang menuju ke Metropole dialihkan ke Jalan Penataran tepatnya di depan pintu masuk Tugu Proklamasi.

Seorang warga bernama Ahmad (43) menyatakan rekayasa lalu lintas yang dialihkan ke Jalan Penataran dinilainya tidak sesuai dengan kondisi jalan yang tak diaspal.

Jalan Penataran hanya dilapisi dengan konblok, sehingga tidak akan kuat menahan beban volume kendaraan.
Jalan Penataran hanya dilapisi dengan konblok, sehingga tidak akan kuat menahan beban volume kendaraan. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Jalan Penataran hanya dilapisi dengan konblok, sehingga tidak akan kuat menahan beban volume kendaraan.

"Harusnya diaspal, jangan pakai konblok saja seperti sekarang," ujar Ahmad di lokasi, Senin (16/4/).

Ia mengkhawatirkan lapisan konblok akan ambles lantaran dilewati bus-bus besar dan truk.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga dianggapnya tak memperhitungkan peningkatan volume kendaraan. Padahal saat pagi hari, lebih banyak orang-orang yang hendak menuju Jakarta Pusat dibandingkan ke Jakarta Timur.

"Menurut saya, rekayasa lalu lintasnya enggak sesuai. Harusnya kalau pagi diberlakuin satu arah saja karena kan orang kerja berangkat ke Jakarta. Kalau pulang baru dua arah enggak apa," tuturnya.

Senada dengan Ahmad, Panit Dikayasa lalu lintas Jakarta Pusat Iptu Surahmadi menyatakan hal yang sama.

"Memang jalan ini (depan tugu Proklamasi) enggak cocok untuk dilalui kendaraan berat, karena masih pakai konblok, belum aspal," paparnya.

Ia pun menceritakan pengalamannya dimaki pengendara saat mengatur lalu lintas pada saat uji coba Underpass Matraman.

"Waktu hari awal uji coba memang banyak pengendara yang memaki, tapi enggak apa. Namanya juga tugas. Sekarang sudah enggak ada yang memaki lagi kok," kata Surahmadi.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help