Eggi Sudjana Bertanya yang Buat Rakyat Miskin Itu Presiden atau Allah Picu Reaksi Istana

Miskin sudah takdir, masih kita begitu, menyalahkan Allah membuat kita miskin, padahal bukan seperti itu.

Eggi Sudjana Bertanya yang Buat Rakyat Miskin Itu Presiden atau Allah Picu Reaksi Istana
Kompas.com
Eggi Sudjana 

"Dulu, rempah-rempah Indonesia diangkut ke negeri orang, sekarang, juga sama," kata dia.

Di samping itu, Eggi menjelaskan, banyak kiai miskin, tapi terima saja.

"Katanya, miskin sudah takdir, masih kita begitu, menyalahkan Allah membuat kita miskin, padahal bukan seperti itu," katanya.

Menurut Eggi, Indonesia dikasih kekayaan alam seperti minyak, emas, gas dan kelapa sawit.

"Indonesia, sejak dulu kaya, rempah-rempah kita diperebutkan. Jadi, siapa yang membuat kita miskin? presiden atau Allah?" katanya.

Sementara itu, dikutip Tribunnews, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyayangkan pernyataan Wakil Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Salat Subuh (GIS), Eggi Sudjana yang menilai Presiden telah membuat rakyat menjadi miskin.

"Saya kira, kurang tepat, kalau di masjid kan tempat syiar agama, menebarkan kesejukan, bukan menebarkan hal-hal yang berbau itu (gak logis), jadi bingung masyarakat," kata Moeldoko di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Tautan asli reaksi Istana di Tribunnews: Istana

Menurut Moeldoko, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia, yang terlihat dari gini rasio menjadi 0,39 dari sebelumnya 0,41.

"Ngomongnya enggak logis, kita berbicara ada data-datanya," kata mantan Panglima TNI itu.

Terkait tudingan bahwa pemerintahan saat ini membiarkan sumber daya alam dikuasai oleh asing, kata Moeldoko, hal tersebut sudah terjadi sejak sebelum pemerintahan Presiden Jokowi.

"SDA dikuasi asing kan dari dulu," ‎ucapnya.

Demikian reaksi yang disampaikan istana terkait dengan penyampaian materi cerama salat subuh yang dilakukan Eggi.

Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help