Home »

News

» Jakarta

Syahrul Hasan Bantah Dirinya Koleksi Jabatan Dari Anies-Sandi

Berikut penjelasan Syahrul Hasan, relawan Anies Sandi, mengenai rangkap jabatan di lingkungan Pemprov DKI yang diembannya.

Syahrul Hasan Bantah Dirinya Koleksi Jabatan Dari Anies-Sandi
Warta Kota/Hamdi Putra
Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno berpelukan usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH-Syahrul Hasan, salah satu relawan Anies-Sandi yang disebut-sebut mengoleksi beberapa jabatan di Pemprov DKI Jakarta, membantah kabar atau informasi yang beredar tersebut.

Syahrul Hasan disebut mendapatkan beberapa jabatan strategis pasca Pilkada DKI tahun 2017 lalu.

Ia disebutkan menjabat sebagai Pengawas UPT Perparkiran, Sekretaris tim Bazis dan anggota Dewan Pendidikan DKI Jakarta periode 2015-2020.

Berikut adalah klarifikasi lengkap dari Syahrul Hasan kepada Warta Kota, Minggu (15/4/2018).

"Yang pertama mengenai Dewan Pendidikan DKI jakarta. Betul saya Syahrul Hasan masih menjabat sebagai sekretaris dewan pendidikan DKI Jakarta periode 2015-2020. Adapun jabatan saya ini secara periodisasi tentu tidak ada kaitannya dengan Anies Sandi. Adapun dewan pendidikan 2015-2017 adalah bentuk dari proses yang dilakukan kadisdik DKI yang saat itu masih dipimpin oleh Arie Budiman dan gubernurnya saat itu adalah Basuki Tjahaja Purnama dan SK nya pun ditandatangi oleh beliau serta dilantik pada tanggal 20 November 2015 di Balaikota. Sehingga posisi saya saat ini di dewan pendidikan DKI Jakarta tidak ada hubungannya dengan kabar bagi-bagi jabatan yang beredar."

"Kedua, mengenai sudah tersebarnya SK terkait adanya nama Syahrul Hasan sebagai sekretaris tim asistensi di Bazis DKI Jakarta. Jadi SK itu memang betul tapi yang perlu diketahui adalah saya Syahrul Hasan yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta 2010-2014 dan 2014-2018 diminta oleh Bazis DKI untuk memfasilitasi komunikasi antara BAZNAS pusat yang dipimpin Bambang Sudibyo yang juga mantan Ketua PP Muhammadiyah terkait adanya keinginan BAZNAS pusat untuk meleburkan Bazis DKI Jakarta terstruktur dengan BAZNAS yang ada saat ini. Adapun kegiatan saya sebagai sekretaris tim asistensi adalah kegiatan adhoc yang nanti hari Rabu akan dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait positioning Bazis DKI. Ini murni kegiatan adhoc kepanitiaan bukan permanen."

"Ketiga, terkait dengan dewan pengawas atau tenaga ahli di Dinas Perhubungan. Proses yang dilakukan Dishub antara April atau Mei 2017 yang diikuti oleh kalangan profesional dan akademis dengan proses seleksi yang memakan waktu dan kemudian secara selektif memutuskan beberapa nama. Ini SK-nya bukan ditandatangani oleh Anies-Sandi tapi Gubernur Djarot." Demikian kata Syahrul Hasan.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help