Pilpres 2019

Hotman Paris : Apa Jadinya Jika Capres dan Cawapres Musuh Bebuyutan?

Hotman Paris Hutapea angkat bicara mengenai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) versi Kedai Kopi Johny.

Hotman Paris : Apa Jadinya Jika Capres dan Cawapres Musuh Bebuyutan?
Warta Kota/Hamdi Putra
Hotman Paris di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu (15/4/2018). 

Di tengah maraknya isu pilpres 2019 antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto serta dibentuknya poros ketiga oleh partai tertentu, Hotman Paris Hutapea angkat bicara mengenai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) versi Kedai Kopi Johny.

Sejumlah nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, Sri Mulyani, Gatot Nurmantyo, Airlangga Hartarto, hingga Susi Pudjiastuti disebut-sebut akan mendampingi Jokowi atau Prabowo dalam pilpres 2019 mendatang.

Namun, hingga kini kedua nama terakhir belum mengumumkan siapa yang akan menjadi wakilnya nanti.

Bahkan, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) disebut-sebut akan membentuk poros ketiga.

Di tengah isu yang beredar luas tersebut, pengacara kondang seribu wanita cantik itu angkat bicara mengenai capres dan cawapres versi Kedai Kopi Johny.

"Rapat kopi Johny kopi rakyat, capres dan cawapres 2019, satu Jokowi-Susi, dua Prabowo-Anies, tiga Hotman Paris-Ruhut Sitompul," ujar Hotman Paris, Minggu (14/4/2018).

Bahkan, Hotman Paris sengaja mengunggah pernyataan tersebut di akun Instagram miliknya @hotmanparisofficial dengan status 'apa jadinya kalau capres dan cawapres adalah musuh abadi? @kopi_johny'.

Hingga Minggu (15/4/2018) pukul 14.40 WIB, postingan itu mendapatkan 569 komentar dari netizen dan sudah ditayangkan sebanyak 123.492 kali.

Lalu, apakah maksud Hotman Paris menyebut 'apa jadinya kalau capres dan cawapres adalah musuh abadi'?

Apakah ini bentuk perumpamaan dan sindiran Hotman Paris merespon isu yang menyebutkan Prabowo Subianto akan menjadi cawapres Jokowi Widodo?

Jokowi dan Prabowo adalah dua nama yang bersaing ketat dalam pilpres 2014 lalu.

Sampai sekarang pun, nama keduanya tetap berada pada posisi teratas dalam bursa capres 2019 nanti dengan elektabilitas tertinggi.

Dikutip dari kompas.com, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy buka-bukaan soal Presiden Joko Widodo yang pernah menawarkan posisi cawapres kepada Prabowo Subianto.

"Kalau capres dan cawapresnya musuh bebuyutan, berantem tiap hari nanti, perabotan istana jadi berantakan," celetuk Hotman Paris sambil tertawa.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help