Festival Silat Jadi Ajang OK OCE

"Kegiatan ini sekaligus mendukung program OK OCE, sehingga para pekerja seni mendapatkan pendapatan," ungkapnya

Festival Silat Jadi Ajang OK OCE
Sanggar Sipitung Silat Jingkrik Rawa Belong usai menampilkan prosesi sunatan Betawi dalam Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (14/4/2018) petang. Sebanyak 33 perguruan silat asal nusantara yang mengikuti Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digelar mulai dari Jumat (13/4/2018) hingga Minggu (15/4/2018). (Foto: Istimewa) 

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Festival Pencak Silat Nusantara yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur diungkapkan Kepala Unit Pelayanan (UP) Anjungan dan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indonesia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Fadlan Zuhran bukan hanya melestarikan budaya nusantara, tetapi juga meningkat ekonomi para pelaku seni.

Sebab, menurutnya, kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TMII ke 43 selama tiga hari, mulai dari Jumat (13/4/2018) hingga Minggu (15/4/2018) itu dapat secara langsung meningkatkan pendapatan para pekerja seni.

Mereka pun diyakinkannya semakin termotivasi melestarikan budaya.

"Dengan adanya kegiatan ini, Kami ingin melestarikan kebudayaan Betawi, khususnya pencak silat. Kegiatan ini sekaligus mendukung program OK OCE, sehingga para pekerja seni mendapatkan pendapatan. Mereka pun akan termotivasi," ungkapnya dihubungi pada Minggu (15/4/2018).

Lebih lanjut diungkapkannya, Anjungan DKI Jakarta sendiri telah merangkul sebanyak 33 sanggar seni Betawi dengan anggota sebanyak 1500 orang anggota sanggar yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Pihaknya pun memberikan ruang kepada para pekerja seni untuk mengisi acara di anjungan DKI Jakarta TMII setiap pekan.

"Kalau acara kawinan atau sunatan kan jarang-jarang, sementara kalau acara di anjungan itu digelar setiap minggu. Mereka (sanggar) gantian mengisi (acara) di anjungan, kita pilih sanggar yang baru merintis. Jadi dari 33 sanggar, ada 1500 orang anggota OK OCE yang terakomodir. Ekonomi terpenuhi, budaya ikut terlestarikan," tutupnya.

Sementara, terkait pendapatan yang diterima sanggar diungkapkannya berkisar mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 100 juta setiap kali tampil. Pendapatan tersebut katanya digunakan masing-masing sanggar untuk membeli peralatan dan perlengkapan seni, seperti gambang kromong, alat silat dan kostum.

"Tarifnya diatur sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 1928 tahun 2017 tentang Standar Satuan Harga Bagi Pelaku Seni dan Budaya," tutupnya menambahkan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help