Home »

News

» Jakarta

Beredar Kabar Relawan Anies-Sandi Koleksi Jabatan di Pemprov DKI Jakarta

Relawan yang diberikan posisi tertentu untuk membantu gubernur dan wakil gubernur dalam menjalankan tugas, sangat lumrah.

Beredar Kabar Relawan Anies-Sandi Koleksi Jabatan di Pemprov DKI Jakarta
Warta Kota/Hamdi Putra
Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno berpelukan usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Hamdi Putra.

WARTA KOTA, GAMBIR -- Belum genap enam bulan Anies-Sandi memimpin Ibukota DKI Jakarta, para relawan yang membantu pemenangan di Pilkada DKI 2017 resah. Alasannya, akhir-akhir ini beredar kabar adanya relawan yang kasak kusuk dan berhasil menduduki sejumlah posisi strategis dan dibayar dengan dana APBD DKI Jakarta. 

Menurut sejumlah relawan yang enggan disebutkan namanya menegaskan, bila terdapat relawan yang diberikan posisi tertentu untuk membantu gubernur dan wakil gubernur dalam menjalankan tugas, sangat lumrah.

Sebab, kepemimpinan Anies-Sandi di Jakarta tentunya membutuhkan pengawalan, baik oleh relawan maupun warga Jakarta pada umumnya.

“Saya kira itu hal biasa. Tentunya Anies-Sandi akan melihat mana relawan yang berpotensi membantunya dalam melancarkan program kerja,” kata salah satu relawan tersebut.

Namun, sambungnya, akan menjadi tidak baik apabila terdapat satu orang relawan mengambil lebih dari tiga jabatan.

“Emangnya dia aja yang bisa bantu gubernur di dalam sistem birokrasi? Itu mah namanya serakah. Apalagi kalo jabatannya bersifat asisten, kabarnya bisa dapat honor paling sedikit Rp 25.000.000 per bulan. Dua jabatan aja, udah kipas-kipas honor Rp 50.000.000 per bulan tuh orang,” tambah sang relawan.

Ia mengungkapkan, relawan Anies-Sandi yang bernama Budi Siswanto, pasca Pilkada 2017 menjabat di KONI DKI Jakarta, Pengawas Perparkiran DKI Jakarta, dan anggota Tim Asistensi BAZIS DKI Jakarta. Selain jabatan-jabatan tersebut, Budi Siswanto masih menjabat sebagai wakil ketua FKDM DKI Jakarta periode 2014-2019.

Sedangkan Relawan Anies-Sandi yang bernama Syahrul Hasan, pasca Pilkada 2017 mendapat jabatan sebagai Pengawas Perparkiran DKI Jakarta, dan Sekretaris Tim BAZIS DKI Jakarta. Selain itu juga, Syahrul Hasan masih menjabat sebagai anggota Dewan Pendidikan Provinsi DKI Jakarta periode 2015-2020.

Kondisi ini berakibat pada munculnya kecemburuan bagi para relawan yang berjuang memenangkan Anies-Sandi di Pilkada 2017. Belum lagi, honor yang mereka terima atas sejumlah jabatan itu berasal dari sumber yang sama, yakni dana APBD DKI Jakarta.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait hal itu, mantan Ketua Tim Relawan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017, Boy Bernadi Sadikin menegaskan, tidak mengetahui perihal manuver relawan-relawannya itu.

"Saya tidak tahu menahu. Mereka bilang atau laporan pun tidak. Saya juga tahunya dari yang lain," ujar Boy Sadikin kepada Warta Kota.

Putera mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin ini menduga relawan dimaksud yang punya jabatan lebih dari satu itu sedang mengoleksi jabatan

"Sepertinya mereka sedang mengoleksi jabatan," pungkas Boy dengan nada ketus.

Hingga berita ini diterbitkan, Warta Kota sedang berusaha menghubungi nama-nama terkait untuk mengklarifikasi kabar tersebut. (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help