Home »

News

» Jakarta

Pengamat Politik Nilai Amien Rais Mulai Bikin Resah Masyarakat

Pengamat politik, hukum dan keamanan, Dewinta Pringgodani, menilai Amien Rais mulai membuat resah masyarakat Indonesia.

Pengamat Politik Nilai Amien Rais Mulai Bikin Resah Masyarakat
Istimewa
Dewinta

Pengamat politik, hukum dan keamanan, Dewinta Pringgodani, menilai Amien Rais mulai bikin resah masyarakat  Indonesia. 

Terbaru, Dewinta menyesalkan pernyataan politisi PAN Amien Rais yang mengelompokkan 2 partai politik di Indonesia, yakni Partai Setan dan Partai Allah.

“Makin hari pernyataan Pak Amien makin menimbulkan kegaduhan. Omongan Pak Amien tentang Partai Setan dan Partai Allah membuat bangsa ini tidak sehat dan hanya menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Sejak kapan Allah dan Setan berpartai?,” kata Dewinta melalui siaran elektroniknya, Sabtu (14/4/2018).

Dewinta menilai seharusnya Amien Rais sebagai tokoh masyarakat, bijak dalam menyampaikan pendapat, agar tidak terjadi polemik dan provokasi bagi masyarakat, terutama pemilih tingkat bawah.

Baca: Pernyataan Amien Rais Berpotensi Ditindak Pidana

“Jangan sampai masyarakat marah dan nantinya sulit dikendalikan. Nanti kan semua jadi repot, termasuk yang memberikan pernyataan tanpa penjelasan” ujar Dewinta.

Dewinta mengungkapkan, di negara demokrasi orang bebas berpendapat tapi pernyataan Amien Rais tidak mencerminkan ketokohannya.

“Sekelas Pak Amien harusnya lebih bijak memberikan pernyataan di media agar tidak menimbulkan kegaduhan apalagi saat ini adalah tahun politik,” terang Dewinta.

Sebelumnya Amien Rais, yang juga Ketua Penasehat Persaudaraan Alumni 212, berbicara tentang Partai Setan dan Partai Allah saat memberi tausiah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Shalat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Namun Amien tak membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan. Ditanya seusai acara, Amien menyatakan yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help