50 Pelari Indonesia Ikut London Marathon 2018

“Setiap tahun ratusan ribu orang mendaftar lomba lari marathon ini. Tahun ini ada sekitar 386.000 orang yang mendaftar dengan kuota 40.000."

50 Pelari Indonesia Ikut London Marathon 2018
Istimewa
BEBERAPA orang pelari Indonesia yang akan berpartisipasi di London Marathon 2018 berpose bersama di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018). 

LEBIH dari 50 pelari dari Indonesia akan berpartisipasi dalam 2018 London Marathon yang digelar di London, Inggris, Minggu (22/4). London Marathon  ini merupakan bagian dari World Major Marathon,  salah satu dari 6 lomba lari marathon utama di dunia.

Antonius Ismoyo Jati, salah seoarang pelari yang ikut London Marathon 2018, mengatakan, sebagai salah satu event maraton utama di dunia, London Marathon menjadi incaran para pelari di seluruh dunia.

“Setiap tahun ratusan ribu orang mendaftar untuk ikut lomba lari marathon ini. Tahun ada sekitar 386.000 orang yang mendaftar, sementara kuota hanya sekitar 40.000. Jadi, seleksinya sangat ketat,” kata Jati kepada Warta Kota, saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Peserta yang ingin ikut London Marathon, lanjut Jati, ditentukan melalui lotre. Panitia melakukan undian dengan lotre untuk menentukan peserta yang bisa berpartisipasi dalam lomba ini. Selain itu, ada juga peserta yang ikut melalui kategori charity (amal).

“Dari 40.000 peserta, sekitar 35.000 mendapat kesempatan melalui lotre. Sisanya, mendaftar melalui kategori charity,” tambah Jati, yang saat ini menjabat sebagai eksekutif di salah satu bank asing di Jakarta.

Menurut Jati, charity atau pengumpulan dana untuk amal merupakan ciri khas dari London Matahon. Karena itu, dalam event ini kuota untuk charity cukup banyak dibanding dengan lomba lari marathon utama lainnya di dunia seperti New York Marathon, Berlin Marathon atau pun Tokyo Marathon.

“Tiap lomba marathon dunia memiliki fokus yang berbeda. London Marathon lebih fokus ke charity, New York Marathon lebih menekankan jumlah peserta yang banyak, Tokyo Marathon lebih ke arah promosi pariwisata,” paparnya.

Prestise dan Kebanggaan

Lalu apa yang dikejar Jati dan para pelari lainnya saat mengikuti event lomba lari di luar negeri ini? Jawabannya adalah prestise atau kebanggaan.

“Kami ini kan tipe pelari rekreasi bukan pelari prestasi. Jadi, selain ikut lari kami juga pelesiran ke tempat-tempat wisata. Namun, tetap saja catatan waktu finis yang lebih baik menjadi target pribadi masing-masing pelari,” kata Jati.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help