Setya Novanto Akui Terjadinya Bancakan Duit Korupsi KTP Elektronik Hanya Tolak Dijadikan Tumbal

Dia tidak ikut campur dalam perencanaan hingga pembagian uang atau bancakan hasil korupsi proyek e-KTP.

Setya Novanto Akui Terjadinya Bancakan Duit Korupsi KTP Elektronik Hanya Tolak Dijadikan Tumbal
Warta Kota/Henry Lopulalan
Setya Novanto tolak dijadikan tumbal korupsi e-KTP. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Terdakwa Setya Novanto mengklaim, tidak ikut campur dalam perencanaan hingga pembagian uang atau bancakan hasil korupsi proyek e-KTP kepada sejumlah anggota Komisi II dan Badan Anggaran DPR.

Oleh karena itu, Novanto merasa, tidak bertanggung jawab atas hal tersebut.

Hal itu dikatakan mantan Ketua DPR itu dalam sidang pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (13/4/2018).

"Kesepakatan Irman, Andi, dan Ketua Komisi II DPR pada saat itu adalah di luar tanggung jawab saya.

Apalagi, dilakukan sebelum Andi kenalkan saya dengan Irman," ujar Novanto.

Menurut Novanto, sejak awal telah terjadi pembahasan soal bagi-bagi uang proyek e-KTP untuk anggota DPR.

Hal itu disepakati oleh Irman yang menjabat direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kemudian, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Burhanudin Napitupulu yang saat itu menjabat ketua Komisi II DPR.

Pertemuan perihal kesepakatan itu dilakukan pada Februari 2010.

Adapun maksud pembagian uang itu guna memperlancar pembahasan antara Kementerian Dalam Negeri dan DPR.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help