Polisi Bekasi Telusuri Dugaan Pencurian Jaket yang Dilakukan Dua Bocah yang Ditelanjangi

Indarto mengaku pihaknya belum mendapat laporan adanya dugaan praktik pencurian yang dilakukan korban.

Polisi Bekasi Telusuri Dugaan Pencurian Jaket yang Dilakukan Dua Bocah yang Ditelanjangi
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Dua bocah dipersekusi hingga bugil di Kampung Rawa Bambu RT 02/16, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (8/4/2018) pukul 01.30. 

WARTA KOTA, BEKASI - Aparat Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota masih menelusuri dugaan pencurian yang dilakukan dua bocah korban persekusi di Kampung Rawa Bambu, Harapan Jaya, Bekasi Utara pada Minggu (8/4/2018) dini hari lalu.

Sejauh ini, polisi masih fokus pada perbuatan AN alias Nur (40), warga setempat yang memukul hingga menelanjangi AJ (12) dan HL (13) karena dituduh mencuri.

"Untuk kasus pencuriannya sedang kita dalami. Kalau terbukti akan kita lihat juga pidana maksimumnya. Bila masa hukumannya tidak di atas 10 tahun, si anak akan kembalikan ke orangtua dengan sejumlah catatan," kata Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto, Jumat (13/4/2018).

Baca: Polisi Tangkap Warga Bekasi yang Telanjangi Dua Bocah karena Curi Jaket

Indarto mengaku pihaknya belum mendapat laporan adanya dugaan praktik pencurian yang dilakukan korban. Namun, polisi telah menerima laporan adanya dugaan pengeroyokan yang dilakukan Nur dan kedua temannya. Laporan itu dibuat oleh orangtua AJ, Sudirman, di Polrestro Bekasi Kota pada Kamis (12/4/2018) siang, dengan nomor pengaduan LP/753/K/IV/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota.

"Kasus 170 KUHP (pengeroyokan) ini bukan delik aduan, artinya tanpa ada aduan pun akan kita proses," ujar Indarto.

Dua bocah dipersekusi hingga bugil di Kampung Rawa Bambu RT 02/16, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (8/4/2018) pukul 01.30. Korban AJ (12) dan HL (13) ditelanjangi Nur, warga sekitar, karena dituding mencuri jaket Halim, bapak mertuanya.

Baca: Tepergok Ambil Jaket di Jemuran, Dua Bocah Dianiaya Sambil Diarak dan Ditelanjangi

Indarto menjelaskan, kejadian itu berawal saat AN memergoki HL dan AJ tengah mengambil jaket milik mertuanya, Halim. Saat berlari, jaket itu diserahkan HL ke AJ yang kebetulan langsung diamankan AN.

Kesal dengan perbuatan keduanya, korban langsung ditelanjangi dengan alasan untuk menggeledah, apakah mereka dibekali senjata tajam atau tidak. Namun, karena belum puas, pelaku malah menjepit leher AJ menggunaan lengannya dan memukul kepala serta menjambak rambut AJ.

"AN juga membawa AJ ke rumah orangtuanya, namun akhinya diserahkan ke Ketua RW 016 di lokasi kejadian untuk dimediasi," jelas Indarto. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved