Korupsi KTP Elektronik

Pesan Setya Novanto kepada Keluarganya: Jangan Kalian Bersedih, Allah Bersama Kita

Dengan sigap, kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, langsung memberikan minum kepada kliennya.

Pesan Setya Novanto kepada Keluarganya: Jangan Kalian Bersedih, Allah Bersama Kita
Warta Kota/Henry Lopulalan
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/3/2018). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Rasa sedih yang dirasakan Setya Novanto tidak terbendung, saat ia secara khusus mengucapkan permintaan maaf kepada istri dan anak-anaknya.

Ketika membaca nota pembelaan alias pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (13/4/2018), mantan Ketua DPR ini beberapa kali terdiam, mengambil napas panjang. Suaranya juga parau, hingga majelis hakim ‎mempersilakannya minum terlebih dulu agar tetap tenang.

"Terdakwa mau minum dulu?" Tanya hakim.

Baca: Setya Novanto: Saya Bukan Keturunan Konglomerat, tapi Punya Cita-cita Berkontribusi untuk Negara

"Terima kasih, yang mulia," jawab Setya Novanto.

Dengan sigap, kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, langsung memberikan minum kepada kliennya.

"‎Biarkan saya sendiri yang menanggung ini. Terakhir, untuk istri dan anak-anaku yang tercinta, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf. Berat cobaan dan musibah yang menimpa keluarga kita. Kita ini keluarga kuat, insan pilihan Allah. Jangan kalian bersedih, Allah bersama kita," tutur Setya Novanto membaca pleidoi dengan tangan bergetar.

Baca: Setya Novanto Merasa Dijebak Johannes Marliem

Atas pembacaan pleidoinya, Setya Novanto berharap majelis hakim berkenan memutus perkara dengan seadil-adilnya, mengingat umur Setya Novanto yang tidak lagi muda, hingga berimbas pada kesehatannya yang menurun.

‎"Jujur ini sangat berat, saya terpukul, apalagi kedudukan saya sebagai Ketua DPR dari 560 anggota. Namun saya ikhlas, kembali menjadi rakyat biasa dan pasrah, menyerahkan hati kepada Allah," paparnya. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help