Jokowi: Percuma Pintar Kalau Kena Narkoba, Enggak Ada Artinya

Presiden Joko Widodo mengingatkan siswa-siswi SMP di Papua Barat menghindari narkoba, kekerasan, dan pornografi.

Jokowi: Percuma Pintar Kalau Kena Narkoba, Enggak Ada Artinya
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Presiden Joko Widodo menghadiri acara bertema lawan narkoba, pornografi, dan kekerasan, demi masa depan Indonesia gemilang, di Gedung Graha Lux Ex Oriente, Sorong, Papua Barat, Jumat (13/4/2018). 

WARTA KOTA, SORONG - Presiden Joko Widodo mengingatkan siswa-siswi SMP di Papua Barat menghindari narkoba, kekerasan, dan pornografi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri acara yang bertema lawan narkoba, pornografi, dan kekerasan, demi masa depan Indonesia gemilang, di Gedung Graha Lux Ex Oriente, Sorong, Papua Barat, Jumat (13/4/2018).

Saat sambutan awal, Jokowi menyampaikan bahwa anak-anak di Papua Barat merupakan generasi muda yang diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia.

Baca: Abraham Samad: Penundaan Penetapan Tersangka Bisa Bikin Calon Kepala Daerah Hilangkan Barang Bukti

‎"Baik nanti akan menjadi bupati, wali kota, gubernur, ada yang bisa jadi menteri, ada yang bisa. Bisa juga, kenapa tidak, jadi Presiden," ucap Jokowi disambut kata amin oleh siswa-siswi SMP di Papua Barat.

Menurut Jokowi, untuk mencapai posisi tersebut, diperlukan usaha dan belajar yang lebih keras, tidak boleh manja-manjaan, apalagi bermalas-malasan. Misalnya, kata Jokowi, temannya belajar dua jam, maka ia harus empat jam, agar mendapatkan kemampuan yang lebih.

‎"Saya titip ini, percuma anak-anak pintar. Percuma anak-anak pandai kalau terkena yang namanya narkoba, enggak ada artinya, menjadi nol," kata Jokowi.

Baca: Indonesia Darurat Pernikahan Anak, Ini Penyebabnya

‎Selain narkoba, Jokowi pun meminta anak-anak menjauhi kekerasan serta pornografi, karena dapat menghancurkan masa depan.

‎"Hati-hati, hindari yang namanya narkoba dan kekerasan, jauhi, karena semuanya akan hancur kalau sudah dekat yang namanya narkoba," tegas Jokowi.

Presiden juga meminta kepada para guru untuk bersama-sama membangun fondasi yang baik kepada generasi penerus.

Baca: Perdana Menteri Australia Puji Jokowi: Beliau Adalah Salah Satu Panutan Pemimpin Dunia Saat Ini

"Ajak anak-anak kita agar memiliki sebuah fondasi budi pekerti yang baik, sopan santun yang baik, sehingga nantinya memiliki sebuah kepribadian dan karakter yang baik," tutur Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu pun menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia dikenal dengan penu‎h kesantunan dan memiliki budi pekerti yang baik.

"Pendduduk kita punya sopan santun yang baik, keramahan yang baik, inilah yang harus terus kita bangun bersama-sama," pesan Jokowi. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help