Pemkot Depok Somasi Penutup Akses Jalan ke Kecamatan Limo

Pemkot Depok melayangkan somasi kepada pemilik lahan yang menutup akses jalan menuju Kecamatan Limo.

Pemkot Depok Somasi Penutup Akses Jalan ke Kecamatan Limo
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Pagar berupa drum berisi beton yang menghalangi jalan masuk ke Kantor Camat Limo, Kota Depok. Akses itu sudah 2 hari ditutup oleh warga karena sengketa lahan. 

WARTA KOTA, DEPOK-Pemkot Depok melalui Camat Limo mengeluarkan somasi atau peringatan ke Suganda, warga yang menutup akses jalan masuk ke Kantor Kecamatan Limo dengan pagar drum yang dibeton.

Penutupan dilakukan karena Suganda mengklaim lahan akses jalan masuk adalah bagian lahan miliknya.

Somasi pertama telah dilayangkan Rabu (11/4/2018), dan tidak ditanggapi, sehingga somasi kedua akan dilayangkan Camat Limo ke Suganda, Kamis (12/4/2018).

"Jika setelah dua kali somasi, pihak yang menutup akses jalan tidak juga membongkar sendiri beton yang menutup jalan, maka setelah 1x24 jam, Pemkot Depok akan membongkar paksa," kata Camat Limo, Herry Restu Gumelar, Kamis (12/4/2018).

Herry yang menjabat Camat Limo, pada pertengahan Maret 2018 ini, mengatakan penutupan akses jalan masuk oleh Suganda ini merupakan polemik yang sudah terjadi agak lama.

Bahkan kata Herry, pada 1 April lalu, Suganda sempat menutup akses jalan di tempat yang sama, namun langsung dibongkar paksa Satpol PP Depok, 3 April.

Karena itulah, akhirnya Suganda mensomasi Camat Limo, pada 8 April lalu.

Karena tidak ditanggapi, Suganda kemudian kembali memagari akses jalan, namun kali ini dengan pagar berupa drum yang dibeton.

"Karena sudah mengakibatkan terganggunya layanan umum, maka kami somasi yang bersangkutan karena menutup akses jalan masuk sepihak," kata Herry.

Sebab dalam rapat sebelumnya antara Suganda dengan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Depok, 27 Februari lalu di ruang rapat BKD Depok, Suganda sepakat bahwa akses jalan masuk ke Kantor Camat Limo akan dibuka seluruhnya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help