Orangtua Bocah yang Diarak dan Ditelanjangi Melapor ke Polisi Bekasi

Korban AJ (12) dan HL (13) ditelanjangi Nur, warga sekitar, karena dituding mencuri jaket Halim, bapak mertuanya.

Orangtua Bocah yang Diarak dan Ditelanjangi Melapor ke Polisi Bekasi
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Dua bocah dipersekusi hingga bugil di Kampung Rawa Bambu RT 02/16, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (8/4/2018) pukul 01.30. 

WARTA KOTA, BEKASI - Orangtua bocah yang diarak hingga ditelanjangi oleh warga di Kampung Rawa Bambu, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (8/4/2018) dini hari lalu, akhirnya melapor ke polisi.

Ayah AJ (12), Sudirman (50), mendatangi Mapolrestro Bekasi Kota di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, untuk meminta pertanggungjawaban atas kekerasan yang dialami anaknya.

"Saya ingin kasus ini diproses, karena perlakuan terhadap anak saya tidak manusiawi," kata Sudirman saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Kamis (12/4/2018).

Baca: Tepergok Ambil Jaket di Jemuran, Dua Bocah Dianiaya Sambil Diarak dan Ditelanjangi

Sudirman mengatakan, laporan itu sudah dibuat dengan nomor pengaduan LP/753/K/IV/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Kedatangannya ke sana didampingi oleh Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Rury Arief Rianto, dan Kepala Seksi Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi H Mini.

Dua bocah diarak sampai bugil di Kampung Rawa Bambu RT 02/16, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Minggu (8/4/2018) pukul 01.30. Korban AJ (12) dan HL (13) ditelanjangi Nur, warga sekitar, karena dituding mencuri jaket Halim, bapak mertuanya.

Baca: Bandara Soekarno-Hatta Kini Punya Domestic Fire Station

Sudirman mengatakan, anaknya mengalami luka memar di bagian pipinya akibat kejadian ini. Selama diarak dari lokasi kejadian sampai rumahnya di Kampung Al Bahar, kepala AJ dipukul, ditendang, dan rambut di kepalanya dijambak pelaku.

"Leher anak saya juga dijepit menggunakan lengannya. Sedih saya melihat anak mendapat perlakukan kasar itu," ujar Sudirman.

Guna memperkuat laporan tersebut, kata dia, polisi meminta keluarga agar AJ menjalani visum di RSUD Kota Bekasi. Nantinya, hasil visum menjadi bukti bahwa ada tindakan kekerasan yang dialami korban.

Baca: Gesturnya Diprotes Jaksa, Fredrich Yunadi: Kalau Saya Enggak Suka Orang, Saya Tantang Duel

"Saya minta pelaku diadili dengan hukum yang berlaku," ucapnya.

Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi Rury Arief Rianto mengatakan, pihaknya melaporkan dua kasus yang dialami korban, yakni pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Kekerasan Anak.

"Kita lapor ke polisi untuk memberi efek jera, sekaligus peringatan bagi masyarakat bahwa main hakim sendiri melanggar hukum pidana," tegas Rury. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help