Sosok Sastrawan Danarto Di Mata Tetangganya dan Cerita Katak Terbang

Para tetangga mengenal almarhum sastrawan Danarto sebagai pribadi yang tenang, ramah dan suka memberi.

Sosok Sastrawan Danarto Di Mata Tetangganya dan Cerita Katak Terbang
WARTA KOTA/HAMDI PUTRA
Kontrakan 3 kamar yang ditinggali Danarto di Perumahan Kedaung Hijau, Pamulang, Kabupaten Tangerang, selama 2 tahun. 

Menurutnya, jika Danarto sedang melukis, ia tidak mau diganggu oleh orang lain.

"Saya lagi melukis, jangan ganggu. Melukis itu harus fokus dan butuh konsentrasi," kata Ria menirukan ucapan Danarto.

Sebagai tetangga, Ria mengenal almarhum Danarto dengan cukup baik. Meski jarang berbicara panjang lebar, keduanya tetap bertegur sapa jika bertemu. Tidak terpikir oleh Ria, kakek penghuni kontrakan nomor 1 itu akan pergi secepat ini.

"Beliau nggak mau dipanggil Pak Dhe, maunya dipanggil Engkong aja," kenangnya.

Kholifah (51), tetangga yang dipisahkan oleh satu rumah dari tempat tinggal Danarto, sangat antusias dan berapi-api ketika ditanya mengenai kehidupan sang sastrawan. Masih segar di ingatan Kholifah, ia melihat Danarto lewat di depan rumahnya pada Sabtu pagi (7/4/2018) sekitar pukul 05.30 WIB ketika dirinya sedang menyapu halaman rumah.

Kondisi Danarto seorang penyair sesaat setelah mengalami mengalami kecelakaan, Selasa (10/4/2018)
Kondisi Danarto seorang penyair sesaat setelah mengalami mengalami kecelakaan, Selasa (10/4/2018) (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Baca: Kepala Sastrawan Danarto Terbentur Komponen Berat Setelah Ditabrak Motor

"Saya sapa, terus dia jawab iya, Bu Romi (sapaan akrab Kholifah) ya?" terangnya.

Kholifah memang sering dimintai tolong oleh Danarto dalam hal apa saja. Ia maklum, kakek tersebut tinggal sebatang kara di dalam rumah kontrakannya.

"Datang ke rumahnya harus salam dulu, nggak boleh ketok pintu atau permisi dulu sebelum kita ngucapin salam. Udah masuk nih, pintunya harus ditutup lagi karena beliau suka bilang kalau pintunya terbuka suka ada katak terbang yang masuk ke rumah," imbuhnya.

Setiap pagi Danarto memang selalu keluar rumah pukul 05.30 untuk membeli sarapan dan sayuran di pasar Ciputat.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved