Kondisi Nelayan Pandeglang Usai Berita Tsunami 57 Meter Jadi Kacau Balau

Nelayan di Pandeglang, Banten, mengaku kehidupannya kacau balau akibat berita terkait potensi tsunami setinggi 57 meter.

Kondisi Nelayan Pandeglang Usai Berita Tsunami 57 Meter Jadi Kacau Balau
Warta Kota/Muhamad Azzam
Pertemuan IABI dengan sejumlah pihak terkait kajian tsunami di Pandeglang. 

Nelayan di Pandeglang, Banten, mengaku kehidupannya kacau balau akibat akibat berita terkait potensi tsunami setinggi 57 meter.

Bahkan sampai kini, nelayan tak bisa melaut karena percuma. 

Hal itu diungkapkan Perwakilan Nelayan di Pandeglang, Banten, ketika mengikuti pertemuan yang dilakukan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) guna melakukan mengetahui informasi terkait ancaman tsunami.

Pertemuan dilakukan di ruang pertemuan NAM Center, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu (11/4/2018).

Baca: Ini Kata Pakar Soal Tsunami 57 Meter Menghebohkan yang Akan Dialami Pemprov DKI Jakarta

Dalam diskusi itu dihadiri dari BMKG, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), para peneliti, akademisi, organisasi kemasyarakatan, Polda Banten, Polres Pandeglang, tokoh masyarakat, tokoh agama, nelayan Pandeglang dan media.

"Jujur pemberitaan kemarin sangat mengagetkan, yang mengatakan diperkirakan ada tsunami 57 meter, jadi kami ingin mendengarkan seperti apa kebenaran ancaman tsunami itu," kata Ketua Paguyupan Nelayan Pandeglang, Nawawi, dalam diskusi klarifikasi Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Nawawi bersama nelayan lainnya langsung resah ketika berita muncul, terlebih kabarnya tsunami setinggi 57 Meter akan menerjang wilayahnya.

"Abis ada info itu kami beberapa hari tak melaut karena ketakutan. Bahkan sampai sekarang kami nelayan juga jarang yang melaut karena takut,"ucapnya.

Atas informasi tersebut, lanjut Nawawi, warga Pandeglang yang dominan nelayan menjadi kesulitan ekonomi.

"Kita kan nelayan cari ikan buat dipasok ke restoran yang ada di sekitar Pandeglang. Lah ini kan restorannya sepi pengunjung takut tsunami gimana mau jual ikannya. Jelas membawa dampak sosial dan ekonomi,"ujarnya.

Nawawi meminta agar pihak-pihak terkait maupun media agar tidak asal memberikan informasi yang mengundang keresahan sosial.

Ia juga menyampaikan bahwa kabar tersebut akan berefek lama untuk dilupakan oleh masyarakat.

"Ini kan ketinggian 57 meter, mau lari kemana kita gimana engga ngeri. Kami juga sempat mengungsi saat dapat kabar itu. Padahal benar atau tidak belum dapat dipastikan. Harusnya lebih hati-hati dalam memberikan informasi,"paparnya

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help