Home »

News

» Jakarta

Gaya Hidup Malas Gerak Picu Melayangnya Potensi Sebesar

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 24,1 persen penduduk Indonesia menjalani perilaku sedentari lebih dari 6 jam per hari.

Gaya Hidup Malas Gerak Picu Melayangnya Potensi Sebesar
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Anlene meluncurkan kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak' di Rumah Imam Bonjol, Rabu (11/4/2018). Tampak, Corporate Communications Advisor PT Fonterra Brands Indonesia Andriani Ganeswari. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Gaya hidup sedentari (malas bergerak) telah menjadi isu penting di Indonesia maupun seluruh dunia.

Hal ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit tidak menular.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 24,1 persen penduduk Indonesia menjalani perilaku sedentari lebih dari 6 jam per hari.

Dengan seperempat masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup sedentari, risiko terjadinya penyakit tidak menular pun meningkat.

Saat ini, penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia termasuk diantaranya adalah penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes mellitus.

Secara global, kurangnya aktivitas fisik diestimasikan menimbulkan biaya pelayanan kesehatan dalam setahun hingga sebesar $54 miliar, dimana 57 persen ditanggung oleh sektor publik dan tambahan $14 miliar menyebabkan hilangnya produktivitas.

Rohini Behl, Technical Marketing Advisor, Fonterra Brands Indonesia, mengatakan, hal itulah yang mendorong pihaknya meluncurkan kampanye Ayo Indonesia Bergerak.

Ia menjelaskan, tahun ini Anlene dengan Kampanye ‘Ayo Indonesia Bergerak’ turut mendukung program pemerintah, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan mendorong masyarakat untuk bergerak lebih aktif.

Dengan bergerak aktif serta menjaga kesehatan, kekuatan dan fleksibilitas tulang, sendi, dan otot, kita telah melakukan langkah penting untuk melawan gaya hidup sedentari.

Untuk melawan gaya hidup sedentari, disarankan untuk melakukan latihan fisik minimal 30 menit sehari setidaknya tiga kali dalam seminggu atau total 2,5 jam per minggu. Latihan fisik dapat dilakukan dimanapun dalam keseharian kita, termasuk di rumah.

Corporate Communications Advisor PT Fonterra Brands Indonesia Andriani Ganeswari mengatakan salah satu kegiatan dalam Kampanye ‘Ayo Indonesia Bergerak’ meliputi estafet dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menginspirasi masyarakat Indonesia bergerak lebih aktif untuk melawan gaya hidup sedentari.

"Sebanyak 250 pelari dan pesepeda dilepas untuk melakukan perjalanan sejauh 600 KM ke Jakarta melewati sejumlah kota seperti Kebumen, Purwokerto, Ciamis, Bandung, dan Bogor pada peluncuran di Yogyakarta 8 April 2018 lalu," ujar Andriani saat konferensi pers peluncuran Kampanye Anlene 'Ayo Indonesia Bergerak' yang diadakan di Rumah Imam Bonjol, Rabu (11/4/2018).

Anlene meluncurkan kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak' di Rumah Imam Bonjol, Rabu (11/4). Tampak Corporate Communications Advisor PT Fonterra Brands Indonesia Andriani Ganeswari.
Anlene meluncurkan kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak' di Rumah Imam Bonjol, Rabu (11/4). Tampak Corporate Communications Advisor PT Fonterra Brands Indonesia Andriani Ganeswari. (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Ia menjelaskan, perjalanan dari Yogyakarta akan berakhir dengan puncak acara di Jakarta pada 22 April 2018 mendatang.

Kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak’ juga menghadirkan kegiatan-kegiatan seperti: MoveMax Arena, Cooking Class, dan Fun walk. Anlene juga menggandeng figur publik yaitu presenter Indy Barends dan bintang film Prisia Nasution, serta penggiat olahraga Muhammad Fadli yang dapat menginspirasi masyarakat untuk melawan gaya hidup sedentari.

Masyarakat dapat memantau pergerakan di kota-kota rersebut melalui akun resmi media sosial ANLENE yaitu Facebook (Anlene Indonesia) dan Instagram (@anlene_indonesia).

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help