Dituduh Rhoma Irama Lakukan Intervensi, Wiranto: Datang ke Kantor Saya, Kita Dialogkan

Wiranto menilai, apa yang diputuskan dalam PTUN terhadap gugasan Partai Idaman pasti memiliki dasar dan kajian hukum yang akurat.

Dituduh Rhoma Irama Lakukan Intervensi, Wiranto: Datang ke Kantor Saya, Kita Dialogkan
TRIBUNNEWS/AMRIYONO PRAKOSO
Menkopolhukam Wiranto 

WARTA KOTA, GAMBIR - Menteri Koordinator, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyangkal mengintervensi putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN), seperti yang dituduhkan Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) Rhoma Irama.

"Mengenai dugaan itu saya kira enggak perlu ya ada dugaan seperti itu, karena Kemenkopolhukam paham betul bahwa kita tidak mungkin mengintervensi proses verifikasi partai politik, untuk apa?" ujar Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

Wiranto menilai, apa yang diputuskan dalam PTUN terhadap gugasan Partai Idaman pasti memiliki dasar dan kajian hukum yang akurat.

Baca: PTUN Tolak Gugatan Partai Idaman, Rhoma Irama Tuding Wiranto Melakukan Intervensi

"Kemudian kalau yang bersangkutan melakukan upaya-upaya hukum, itu sah-sah saja, dan tatkala upaya hukum itu sudah dijatuhkan, memang itu keputusan sudah bagian dari proses penelitian yang cukup akurat," tutur Wiranto.

Terkait rapat koordinasi khusus (rakorsus) yang ia adakan, Wiranto mengaku tak hanya mengundang ketua kamar peradilan PTUN, melaikan semua pihak yang menyangkut pemilu.

"Sehingga kita mengundang waktu itu KPU, kita undang Bawaslu, kemudian Kemendagri. Kita undang Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, BIN Kapolri, Panglima TNI. Semua kita undang untuk ayo masing-masing kita sinkronkan, kita harmoniskan," paparnya.

Baca: PTUN Tolak Gugatan Partai Idaman Besutan Rhoma Irama

Wiranto menegaskan, pemanggilan lembaga yang berkaitan dengan pemilu bukan untuk intervensi, apalagi terhadap partai politik.

"Tapi urusan-urusan yang menyangkut masalah bagaimana agar semua kegiatan ini bisa sinkron, baik kegiatan maupun waktunya itu tugas saya memang, dan itu bukan interversi terhadap parpol, tapi intervensi bagaimana kita bersama-sama bisa melakukan kegiatan penyelenggan pemilu dengan sasaran tadi, aman, tertib, lancar, sukses itu," beber Wiranto.

Dengan adanya tudingan itu, Wiranto mengundang Rhoma Irama duduk bersama membahas persoalan itu.

"Tapi lebih baik enggak usah duga-duga. Dateng ke kantor saya, bicara dengan Menkopolhukam, kita dialogkan. Kan bisa jelas ketimbang ada dugaan di medsos," ucap Wiranto. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved