Pencurian

Bermodus Punya Hutang, Mobil Noldy Dirampas Paksa

Noldy pun langsung dipaksa untuk mengikuti para pelaku ke kebun kosong di sebelah Hotel Alia, Gambir, Jakarta Pusat.

Bermodus Punya Hutang, Mobil Noldy Dirampas Paksa
Warta Kota/Rangga Baskoro
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian saat rilis pelaku perampas paksa mobil dan barang buktinya, Rabu (11/4). 

WARTA KOTA, SAWAH BESAR -- Noldy Arnolius (34) menjadi korban pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh 5 orang tersangka di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/3) lalu.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian mengatakan kejadian bermula saat Noldy hendak pulang setelah mengunjungi klub malam MTR, Sawah Besar, sekitar pukul 02.00 WIB.

"Korban pulang sendirian, kemudian setelah keluar, di depan klub malam ia bertemu dengan 5 orang tersangka yang salah satunya merupakan kenalan korban," kata Arie saat press release di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (11/4).

Kemudian, seorang dari mereka menyatakan bahwa paman Noldy memilik hutang yang cukup besar kepada dirinya.

Noldy pun langsung dipaksa untuk mengikuti para pelaku ke kebun kosong di sebelah Hotel Alia, Gambir, Jakarta Pusat.

"Kemudian di kebun kosong itu, korban dipaksa membuat surat pernyataan pengakuan hutang. Mereka juga membawa dua bilah golok untuk mengancam korban. Dia gak mau karena tahu itu cuma modus saja. Kemudian langsung dipukuli oleh 5 orang pelaku," ucapnya.

Lalu, barang-barang berharga milik Noldy langsung dirampas oleh 5 orang tersangka berupa kunci mobil Honda Jazz hitam bernomor polisi D 1235 YV, satu unit handphone Samsung S7, kalung emas 4 gram, uang tunai Rp 3.500.000 dan 2 kartu ATM.

"Setelah korban menjalani perawatan, pada tanggal 7 April 2018, ia pun pergi melapor ke Polres Jakarta Pusat. Setelah melakukan pengembangan, dua hari kemudian kami menemukan informasi untuk mengenai pelaku," ungkapnya.

Anggota kepolisian menerima informasi bahwa 2 dari 5 orang pelaku sering terlihat di Klub Malam MTR.

Setelah ditelusuri, pelaku berinisial EG yang merupakan kenalan Noldy dan AEU berhasil diamankan.

"Sementara itu, pelaku lain yang berinisial A, P dan I masih buron dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Arie.

Polisi mengamankan barang bukti mobil korban, dua bilah golok dan HP milik pelaku.

Para pelaku akan dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved